SDN Kandangan 2 Sleman Dapat Tambahan Siswa, Kini Total 2 Murid

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 25 Juni 2026 03:47 WIB
SDN Kandangan 2 Sleman Dapat Tambahan Siswa, Kini Total 2 Murid

Kepala SDN Kandangan 2, Bintara, sedang menunjukkan suasana sekolah di SDN Kandangan 2, Kalurahan Margodadi, Seyegan, Sleman, Rabu (24/6/2026). Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono.

Harianjogja.com, SLEMAN—Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027 membawa sedikit angin segar bagi SD Negeri (SDN) Kandangan 2, Kapanewon Minggir, Sleman. Setelah sempat hanya memperoleh satu pendaftar, sekolah tersebut kini mencatat dua siswa baru yang telah mendaftar untuk tahun ajaran mendatang. Meski bertambah satu siswa, jumlah tersebut masih jauh dari kuota yang tersedia dan melanjutkan tren penurunan peserta didik yang dialami sekolah dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala SDN Kandangan 2, Bintara, mengungkapkan hingga pertengahan masa SPMB, sekolah baru menerima dua pendaftar yang terdiri atas satu calon siswa melalui jalur daring dan satu calon siswa melalui jalur luring.

“Total ada dua. Yang mendaftar daring satu, yang luring satu,” kata Bintara saat ditemui Harian Jogja di kantornya, Rabu (24/6/2026).

Meskipun jumlah siswa baru masih sangat minim, pihak sekolah tetap membuka proses pendaftaran karena kuota penerimaan peserta didik belum terpenuhi. Sesuai aturan yang berlaku, sekolah masih diperbolehkan menerima pendaftar hingga batas kuota yang telah ditetapkan.

Menurut Bintara, rendahnya minat pendaftar dipengaruhi kondisi demografis di sekitar sekolah. SDN Kandangan 2 berada di wilayah perbatasan yang jumlah anak usia sekolah dasar semakin terbatas dari tahun ke tahun.

“Lingkungan yang dekat sekolah itu tidak ada calon murid yang berusia sesuai persyaratan SPMB SD,” katanya.

Sebelum masa pendaftaran resmi dibuka, sekolah sebenarnya telah berupaya melakukan penjaringan calon peserta didik dengan mencari informasi dan berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan tambahan calon siswa di luar dua anak yang akhirnya mendaftar.

“Sebelum ada pendaftaran kami juga mencari informasi dari luar, tetapi memang tidak ada. Yang ditemukan hanya dua anak yang mendaftar itu,” ujarnya.

Fenomena minimnya jumlah murid baru bukan kali pertama terjadi di SDN Kandangan 2. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah siswa yang diterima setiap tahun selalu berada di bawah 10 orang. Bahkan dalam dua tahun terakhir, jumlah pendaftar hanya berkisar sekitar lima siswa setiap tahunnya.

Selain faktor berkurangnya jumlah anak usia sekolah, keberadaan sekolah swasta di sekitar wilayah tersebut juga menjadi salah satu penyebab berkurangnya minat masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri tersebut. Menurut Bintara, sebagian orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik cenderung memilih sekolah swasta sebagai tempat pendidikan anak mereka.

“Belakangan kami juga sempat diterpa persoalan seorang guru yang tidak profesional dalam mendidik siswa,” lanjutnya.

Ia mengakui persoalan tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Karena itu, pihak sekolah telah melaporkan kasus tersebut kepada Dinas Pendidikan Sleman agar dapat dilakukan pembinaan terhadap guru yang bersangkutan.

“Orang tua melihat kualitas pendidikan di sekolah. Ketika ada satu guru yang bermasalah, walaupun sudah ditangani, tetap membawa dampak terhadap kepercayaan masyarakat,” lanjutnya.

Saat ini, SDN Kandangan 2 memiliki total 52 siswa. Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 13 siswa telah lulus. Dengan tambahan dua siswa baru, jumlah peserta didik secara keseluruhan berpotensi kembali berkurang apabila tidak ada tambahan pendaftar hingga penutupan masa SPMB 2026.

Meski menghadapi tantangan tersebut, pihak sekolah tetap optimistis dapat meningkatkan jumlah siswa pada tahun-tahun mendatang. Berbagai langkah disiapkan, mulai dari memperkuat promosi sekolah, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, hingga mendorong dukungan dari Dinas Pendidikan Sleman, termasuk terkait kebutuhan tenaga pendidik.

“Kami tetap optimis. Kalau gurunya digantikan yang lebih baik dan pelayanan sekolah semakin baik, kepercayaan masyarakat akan kembali,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, menyatakan keberadaan sekolah swasta memang memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat dalam menentukan tempat pendidikan anak. Kondisi tersebut secara otomatis memengaruhi distribusi calon siswa di sejumlah sekolah negeri, termasuk SDN Kandangan 2.

“Terkait dengan persoalan guru yang tidak profesional guru itu Dinas Pendidikan sudah menindaklanjuti juga,” kata Mustadi. Dengan masih terbukanya masa pendaftaran SPMB 2026, SDN Kandangan 2 berharap jumlah siswa baru dapat bertambah sehingga penurunan jumlah peserta didik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir tidak semakin dalam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online