Kejar Target BPHTB Rp400 Miliar, Sleman Fasilitasi Sertifikasi Tanah
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Ilustrasi Posyandu – Antara/ Irwansyah Putra
Harianjogja.com, SLEMAN—Posyandu Matahari di Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, disiapkan menjadi model Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Sleman. Upaya tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui revitalisasi yang melibatkan kolaborasi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Yayasan Rabu Biru Foundation, dan Pemkab Sleman.
Peresmian Posyandu Matahari berlangsung pada Selasa (4/8/2026). Pemkab Sleman menargetkan posyandu tersebut menjadi contoh praktik baik dalam penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat, terutama bagi ibu dan anak.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengatakan revitalisasi Posyandu Matahari tidak hanya berfokus pada pembenahan fasilitas fisik. Program tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas kader, edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, hingga pengembangan ketahanan pangan masyarakat.
Menurut Harda, penguatan pada berbagai aspek tersebut penting untuk mendukung pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan balita, khususnya selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
"Posyandu Matahari diharapkan menjadi contoh praktik baik yang nantinya bisa direplikasi di daerah-daerah lain di Sleman," kata Harda saat menghadiri peresmian Posyandu Matahari, Selasa (4/8/2026).
Ia menambahkan, penguatan layanan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, Pemkab Sleman membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha maupun lembaga lain melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
"Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan kemitraan dan gotong royong multipihak," ujarnya.
Sementara itu, Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) PT BRI, Dinne Shovia Tresna Amalia, mengatakan Posyandu Matahari diproyeksikan menjadi agen pemantauan perkembangan kesehatan ibu dan anak selama periode 1.000 HPK.
Pemantauan tersebut meliputi tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu. Menurut Dinne, pemantauan sejak periode awal kehidupan merupakan bagian penting dalam upaya mencegah tengkes atau stunting.
"Ini adalah investasi periode emas agar anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan dapat membawa Indonesia lebih baik," kata Dinne.
Direktur Eksekutif Rabu Biru Foundation, Toro Sudarmadi, mengatakan lembaganya berfokus pada tiga bidang, yaitu kesehatan, gizi, dan pangan. Melalui revitalisasi tersebut, pihaknya ingin memperkuat posisi posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia menyampaikan Posyandu Matahari menjadi salah satu wujud kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi nirlaba dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPHTB Sleman baru Rp182,92 miliar atau 45,73% dari target Rp400 miliar. Komisi B menggandeng BPN mengejar penerimaan.
Jadwal DAMRI dari YIA Sabtu 20 September 2026 tersedia ke sejumlah tujuan Jogja dan Sleman dengan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.