Jelang Masa Kampanye, Pengusaha Percetakan Kebanjiran Pesanan

Minggu, 09 Maret 2014 09:39 WIB
Jelang Masa Kampanye, Pengusaha Percetakan Kebanjiran Pesanan

Harianjogja.com, JOGJA- Jelang kampanye, pengusaha percetakan di Jogja kebanjiran rezeki.

Pemilik Persada Ofset, Suyatmi mengatakan sejak Februari jumlah pemesanan cetak mengalami peningkatan. Adapun jenis cetak yang banyak diorder seperti lembar profil, kartu nama, kalender hingga kartu suara.

"Sekarang sedang tren cetak contoh kartu suara. Jadi caleg [calon legislatif] pesan lembaran besar contoh kertas suara lengkap dengan nama-nama partai politik dan ada daftar nama. Tapi nama dan nomor yang tercetak hanya si caleg yang pesan," jelasnya di ruang kerjanya, Jl. Munggur No. 26 Jogja, Selasa (4/3/2014).

Tahun lalu, jumlah pemesanan terbanyak justru kartu nama atau kalender. Menurut dia, pergeseran ini terjadi lantaran caleg ingin menyuguhkan contoh riil untuk memudahkan masyarakat memilih.

Jumlah pemesanan contoh kartu suara umumnya 1.000 lembar per sekali pesan, sedangkan biaya cetak Rp1.600 per lembar.

Selain contoh kertas suara, pemesanan terbesar lain kartu nama yang disertai foto caleg dan informasi nomor urut. Biaya pemesanan produk ini Rp25.000 per 100 lembar, sedangkan sekali order caleg dapat memesan 2.000-3.000 lembar.

Lebih jauh ia menyampaikan pemesan atribut pemilu ini tidak hanya dari Jogja tetapi juga dari luar Pulau Jawa seperti Kalimantan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

"Biasanya yang pesan anak atau kerabat mereka yang ada di sini. Katanya di sana harga cetak lebih mahal, walaupun di sini ada biaya kirim juga," paparnya.

Pemilik Jawarapro, Andi mengatakan pemesanan kaus untuk partai masih sepi dan cenderung tidak ada. Menurutnya caleg saat ini sudah tidak lagi berminat membuat kaus untuk pada calon pemilihnya.

“Bukan hanya kaus, bendera dan atribut partai juga masih sepi. Biasanya tiga bulan sebelum pemilu sudah gencar dan banyak atribut partai yang dipesan. Namun saat ini benar-benar masih sepi pesanan dan nyaris tidak ada,” kata Andi.

Andi mengaku, meskipun sepi pesanan kaus, namun pesanan untuk kartu nama malah makin marak. Dia mengaku jika periode sebelumnya hanya melayani belasan pembuat kartu nama, kali ini mencapai puluhan kartu nama.

“Satu orang bisa langsung pesan 10 boks. Mungkin sekarang berpaling ke kartu nama yang lebih murah dan mudah untuk diingat. Kalau kaus mungkin terlalu mahal juga untuk sebagian caleg,” jelas Andi.

Andi mengaku kebanyakan caleg yang memesan di tempatnya adalah caleg dari DPRD kabupaten dan Kota Jogja. “Tahun ini memang paling banyak pemesanan kartu nama,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis