OPINI: Muruah sebagai Fondasi Kehidupan Kampus yang Bermartabat
Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, berintegritas.
Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, BANTUL - Diduga putus asa karena penyakit yang tidak kunjung sembuh, Hengky Utomo, 60, warga tinggal di Jalan Parangtritis nomor 208 Kecamatan Sewon Bantul diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Minggu (9/3/2014) pukul 14.00 WIB.
Informasi yang dihimpun, korban ditemukan keluarganya sudah dalam kondisi leher terikat di bawah anak tangga dalam rumah. Pihak keluarga yang memergoki korban langsung berusaha memberikan pertolongan dengan cara memotong tali. Namun nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan.
Tidak ada keterangan pasti dari pihak keluarga yang setiap hari menjadi tempat usaha pembuatan pigura. Petugas Polsek Sewon yang mendatangi lokasi menemukan potongan tali diduga menjadi alat bunuh diri.
Petugas Polsek Sewon dipimpin Kompol Heru Setyawan mengatakan dugaan bunuh diri didapatkan dari hasil olah TKP. Selanjutnya, jenazah korban langsung dikirim ke RS Sarjito setelah sebelumnya pihak keluarga keberatan dan akan membawa jenazah ke Surabaya.
"Kami akhirnya bisa melakukan pendekatan keluarga dan meminta jenazah diperiksa terlebih dulu untuk memastikan penyebab kematian korban," ujar Heru kepada wartawan.
Menurut Heru, kejanggalan petugas mengarah adanya dugaan bunuh diri dari pemeriksaan di lokasi kejadian dan ditemukan tali plastik di samping jenazah ditemukan. Polisi juga mendapatkan informasi korban menderita sakit dan tak kunjung sembuh.
"Langkah membawa ke rumah sakit Sarjito ini salah satu upaya mendapatkan kejelasan dari sisi medis," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, berintegritas.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Kamis 25 Juni 2026 didominasi cerah hingga cerah berawan, dengan potensi kabut di sejumlah wilayah perbukitan.
PLTMH Kedungrong di Samigaluh membuat warga tetap menikmati listrik saat pemadaman PLN. Biaya murah dan mampu melayani 50 KK.
Kompor Tuwanggana di Giwangan mengubah limbah ranting menjadi energi alternatif sekaligus solusi pengelolaan sampah organik perkotaan.
Kuota transmigrasi Bantul 2026 turun drastis. Dari tiga KK pada tahun lalu, kini hanya satu KK yang mendapat kesempatan berangkat.