BEI Hapus Batas Rp50, Saham GOTO Bisa Turun ke Rp1
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga pesisir penolak rencana proyek bandara, yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT), tak terima dengan ulah pro-bandara. Mereka berencana mendatangi salah satu rumah warga yang mendukung.
Rencana muncul setelah Karmadi, Ketua Kepedulian Sosial Desa (KSD) Mitra, kelompok yang mendukung pembangunan bandara, menyatakan dukungan kepada pemerintah untuk mendata warga terdampak bandara.
Ketua WTT, Purwinto, membenarkan rencana sebagian anggota WTT yang akan mendatangi kediaman Kamardi, Keua KSD Mitra, dari hasil pertemuan WTT baru-baru ini. Kendati demikian, ia belum dapat memastikan kapan rencana tersebut direalisasikan mengingat pencetus aksi itu adalah warga Desa Palihan.
“Yang mengetahui pasti [soal rencana mendatangi rumah pendukung bandara] itu koordinator di Palihan, Martono,” ungkapnya, Minggu (23/3/2014).
Sepengetahuan Purwinto, WTT di Palihan ingin mempertanyakan maksud dari dukungan Kamardi kepada pemerintah yang mendata warga terdampak pembangunan bandara.
Padahal, sebagian besar warga Glagah dan Palihan menolak kegiatan pendataan itu. Dukungan Kamardi, kata Purwinto, tertulis dalam pemberitaan di surat kabar dan hal itu dikeluhkan warga Palihan dalam rapat pengurus WTT.
Dia menegaskan sampai saat ini WTT masih konsisten menolak pembangunan bandara di Kulonprogo, termasuk di dalamnya pendataan warga yang terdampak.
Terlebih, Purwinto menilai, pendataan di atas meja dan tidak terjun langsung ke masyarakat yang dilakukan pemerintah desa justru semakin membuat warga menjadi tidak nyaman dengan rencana pembangunan bandara.
Humas WTT, Martono, mengaku rencananya warga akan mendatangi rumah Kamardi pada Sabtu (22/3/2014) malam tetapi dibatalkan karena terdapat anggota keluarga Kamardi yang meninggal. Warga berniat meminta klarifikasi pernyataan Kamardi di surat kabar yang mendukung pendataan. “Sudah jelas warga menolak pendataan,” tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BEI berencana menghapus batas minimum Rp50. Saham GOTO secara teori bisa turun hingga Rp1, tetapi tetap bergantung pada fundamental.
Veda Ega Pratama menjalani Q1 Moto3 Aragon 2026 pada Sabtu sore. Pebalap asal Gunungkidul wajib masuk empat besar untuk lolos ke Q2 dan memperbaiki posisi start
Jepang resmi memasuki musim flu 2026 lebih awal. Sebanyak 4.094 kasus terdeteksi dalam sepekan, menjadikannya awal musim flu tercepat kedua sejak 1999.
Komdigi menjembatani Yogi dengan Telkomsat dan Starlink agar penyediaan internet di Mentawai dapat dilakukan secara legal dan berizin.
Truk dump kecelakaan di Jalan Magelang Sleman, Sabtu pagi. Sopir dan penumpang luka setelah truk menabrak tiang telepon dan masuk parit.
Akademisi mendorong RPPLH DIY 2026–2056 terintegrasi dengan tata ruang, pembangunan, penganggaran, dan program lingkungan.