Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 160 Orang, Ini Kronologinya
Banjir bandang Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan ratusan orang hilang. Simak kronologi dan dugaan pemicunya.
dokumen
Harianjogja.com, SLEMAN- Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin menjelaskan, razia yang dilakukan pada pelajar di sejumlah sekolah pada Rabu (26/3/2014) bukan bertujuan menakuti pelajar, melainkan untuk mengantisipasi aksi tawuran.
Ia menyebutkan pada razia yang dilakukan aparatnya beberapa waktu sebelumnya, pernah ditemukan parang, gir, molotov dan lainnya di salah satu warung di sekitar sekolah yang diketahui milik seorang siswa .
Adapun pada razia kemarin, ditemukan potongan pipa besi, dua set kartu remi, dua bungkus rokok, satu peluru laras panjang dan sebuah pisau kecil yang disembunyikan di tas.
"Kalau pelurunya masih kami cek," kata Kapolres.
Kepala SMAN 1 Ngaglik, Subagyo, menanggapi positif razia yang digelar. Ia berharap kegiatan serupa dilakukan secara rutin sehingga dapat menekan aksi tawuran.
Pasalnya tawuran cenderung mengarah pada kekerasan remaja yang dilakukan anak SMA. "Kami akan terus koordinasi dengan kepolisian agar tindak kekerasan, khususnya yang dilakukan siswa SMA dapat ditekan," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Banjir bandang Nepal-Tibet menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan ratusan orang hilang. Simak kronologi dan dugaan pemicunya.
Veda Ega Pratama menjalani Q1 Moto3 Aragon 2026 pada Sabtu sore. Pebalap asal Gunungkidul wajib masuk empat besar untuk lolos ke Q2 dan memperbaiki posisi start
Jepang resmi memasuki musim flu 2026 lebih awal. Sebanyak 4.094 kasus terdeteksi dalam sepekan, menjadikannya awal musim flu tercepat kedua sejak 1999.
Komdigi menjembatani Yogi dengan Telkomsat dan Starlink agar penyediaan internet di Mentawai dapat dilakukan secara legal dan berizin.
Truk dump kecelakaan di Jalan Magelang Sleman, Sabtu pagi. Sopir dan penumpang luka setelah truk menabrak tiang telepon dan masuk parit.
Akademisi mendorong RPPLH DIY 2026–2056 terintegrasi dengan tata ruang, pembangunan, penganggaran, dan program lingkungan.