Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari siap mengolah limbah tinja menjadi pupuk dan biogas setelah mendapat bantuan alat berupa wastewater treatment dari Karlsruhe Institute of Technology Jerman yang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan).
Selain bantuan mesin pengolah tinja, juga diberikan bantuan mesin pengolah air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang langsung bisa diminum untuk memenuhi ketersediaan air bersih bagi pasien.
Bantuan itu secara simbolis diserahkan langsung pimpinan proyek wastewater treatment, Stephan Fuchs dan Prof Ursula Obst di aula RSUD Wonosari, Kamis (3/4/2014).
Stephan mengatakan KIT Jerman sudah lama kerja sama dengan Kementerian PU dan Batan dalam meneliti kesehatan lingkungan dan air bersih, mengenai air bawah tanah di Gunungkidul yang mengandung kapur. Stephan berharap bantuan tersebut bermanfaat bagi RSUD Wonosari untuk pengolahan limbah dan air bersih.
Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan bantuan pengolah air bersih sangat membantu di tengah kondisi Gunungkidul yang kesulitan air karena wilayah yang penuh batu kapur.
Sejumlah masyarakat juga masih mengandalkan air tadah hujan padahal merupakan salah satu kebutuhan utama. Untuk mengupayakan ketersediaan air bersih yang cukup di Gunungkidul dibutuhkan modal yang tidak sedikit.
“Dengan bantuan pengolahan air bersih ini sangat membantu kami,” katanya.
Direktur RSUD Wonosari Isti Indiyani menyatakan air bersih hasil pengolahan dari mesin water treatment yang diberikan KIT akan digunakan untuk keperluan memasak kebutuhan konsumsi para pasien.
Menurut Isti, pengolah air minum yang menggunakan water treatment bisa mengolah air dari PDAM, air tanah menjadi air yang siap konsumsi. Air yang dihasilkan dari mesin pengolah air bersih ini juga dijamin terbebas dari bakteri e.Coli maupun bakteri lainnya yang bisa menyebabkan penyakit.
“Air bersih hasil pengolahan akan kita gunakan untuk masak dan keperluan pasien sementara untuk pengolahan limbah tinja akan digunakan untuk pupuk dan biogas,” kata Isti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
DP3AP2 DIY menilai kurangnya kesiapan pasangan sebelum menikah menjadi salah satu faktor yang memicu konflik rumah tangga hingga berujung pada kekerasan
BRI Bantul dukung pengusutan kasus korupsi KUR di Sanden, akui rugi finansial dan reputasi akibat ulah oknum.
Dukcapil Kabupaten Gunungkidul berhasil menyelenggarakan kegiatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) secara massal bagi warga Kalurahan Kepek
IHSG melemah 1,72% ke 5.896,13 dipicu tekanan bursa global dan saham teknologi, investor tunggu data ekonomi domestik.
Rupiah menguat ke Rp17.922 per dolar AS, didorong efisiensi anggaran MBG dan intervensi Bank Indonesia.