Naik DAMRI YIA-Jogja Cuma Rp50.000, Promo Berlaku hingga September
Promo DAMRI YIA-Jogja Rp50.000 dari tarif normal Rp80.000 diperpanjang hingga September 2026. Simak jadwal dan titik layanannya.
Harianjogja.com, SLEMAN—Ratusan rumah burung hantu (Rubuha) tersebar di setiap lahan pertanian di Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan, Sleman.
Meski demikian, saat ini kondisinya sudah banyak yang rusak. Program Rubuha yang digagas oleh warga bersama pihak desa setempat ini butuh perhatian pemerintah.
Pantauan Harian Jogja, hampir setiap area persawahan di Desa Sumberagung, Moyudan dapat ditemui Rubuha. Rumah burung hantu berukuran 60 x 60 x 50 sentimeter dengan tiang setinggi sekitar enam meter terpasang di tiap pematang atau pinggiran sawah yang biasa ditanami padi. Kendati demikian, banyak di antara Rubuha itu yang sudah lapuk karena dibangun tidak secara permanen sehingga roboh.
Rubuha dibangun sejak 2013 atas inisiatif kelompok tani desa setempat sebagai hunian burung hantu yang siap memangsa tikus sawah. Mereka sebelumnya belajar program itu dari Demak, Jawa Tengah. Desa ini juga sudah memiliki kandang khusus burung hantu spesies Tyto Alba.
Buang Sarono, 54, warga Dusun Jetis Kaliurang, Desa Sumberagung, Kecamatan Moyudan, menjadi salah satu petani yang mengurus keberadaan kadang yang berdiri di atas tanah kas desa.
Pria yang mengikuti program sejak awal ini menceritakan kali pertama Tyto Alba sebanyak enam ekor dari Demak, Jawa Tengah. Kemudian ditambah pemberian dari berbagai warga sampai akhirnya berjumlah sekitar 18 ekor. Saat ini, jumlah burung hantu itu diprediksi ratusan.
Tetapi tidak berada di dalam kandang, melainkan menghuni dari ratusan Rubuha yang ada di tiap-tiap areal persawahan. "Saat ini mungkin sudah mencapai ratusan di tiap-tiap Rubuha. Tapi tidak semua Rubuha dipilih," terangnya, Kamis (17/4/2014).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Promo DAMRI YIA-Jogja Rp50.000 dari tarif normal Rp80.000 diperpanjang hingga September 2026. Simak jadwal dan titik layanannya.
Sebanyak 4.136 judul puisi dari 1.687 pengirim meramaikan Sayembara Puisi Festival Sastra Yogyakarta 2026 di Kota Jogja.
Awan panas guguran Merapi sejauh 2.000 meter memicu vegetasi terbakar. TNGM memastikan api tidak berkembang dan telah padam.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
Malaysia mengirim Tim SMART ke Nepal untuk membantu pencarian korban banjir bandang dan menyiapkan bantuan senilai 1 juta dolar AS.