Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul memasukkan 15 desa yang tersebar di Kecamatan Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Semanu sebagai prioritas utama tanggap bencana.
“Keseluruhannya, ada 53 desa rawan bencana,” ungkap Kepala BPBD Gunungkidul, Budi Harjo, di sela-sela simulasi bencana tanah longsor di Dusun Kedokploso, Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar, Rabu (7/5/2014).
Selain di Pengkol, rencananya simulasi serupa digelar di Desa Jurang Jero, Ngawen dan Desa Candirejo, Semin
serta ada beberapa desa di Semanu.
Hasil pemetaan lokasi rawan bencana, BPBD DIY menetapkan dari 438 ada 301 desa yang merupakan lokasi rawan bencana. Ancaman tersebut bervariasi, mulai dari bahaya tsunami, erupsi Gunung Merapi sampai tanah longsor.
“Kami bersyukur 112 desa di antaranya sudah memiliki kesiapsiagaan terhadap bencana. Tahun ini, kami rencanakan 10 desa lagi akan mengikuti 112 lainnya sebagai desa tanggap bencana,” papar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY, Heri Siswanto, di Pengkol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Jogja mendung beberapa hari terakhir bukan tanda kemarau berakhir. BMKG memprediksi hujan masih rendah hingga November 2026.
DPR mendesak BGN menangani serius korban keracunan MBG, termasuk memastikan perawatan hingga pulih dan menanggung biaya pengobatan.
Kepala Desa Kasegeran Saifuddin mengusulkan mantan kades menjadi Pj. kepala desa saat audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Sekitar 52 hektare sawah Banaran, Kulonprogo, bera akibat krisis air. Petani kini menerapkan pola tanam padi bergilir sambil menunggu hujan.
Korban longsor salju di Gunung Mizhirgi, Rusia, bertambah menjadi 13 orang. Empat pendaki masih hilang dalam pencarian di Ngarai Bezengi.