Muktamar Ke-35 NU Tentukan Mekanisme Pilih Ketum PBNU Lewat Voting
Muktamar Ke-35 NU akan menentukan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU lewat voting tertutup setelah dua opsi belum menemui kesepakatan.
Harianjogja.com, SLEMAN- Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan, BPCB DIY, Wahyu Astuti, menambahkan meski hasil yang ditemukan bukan stuktur candi tetapi hal itu akan dapat menjadi catatan ilmiah tersendiri bagi kepurbakalaan di DIY.
Pada awalnya memang tim menduga di area sawah itu terdapat candi. Tetapi pihaknya sudah melakukan pengecekan dan temuan itu bukan candi melainkan reruntuhan batuan.
Penemuan berawal dari laporan pemilik sawah kepada BPCB pada Januari lalu. Bahkan di lokasi eskavasi itu pernah ditemukan arca pada 1964. Rencananya eskavasi tersebut akan ditutup pada Jumat (9/5/2014) hari ini.
Wahyu menambahkan, dalam satu tahun BPCB diberikan program dua kali ekskavasi untuk wilayah DIY. Ekskavasi terutama dilakukan untuk mengantisipasi adanya temuan baru. Untuk eskavasi selanjutnya ia belum bisa menentukan karena masih dalam kajian.
"Kalau situs yang sudah di ekskavasi 2013 seperti Situs Tinjon [Sambirejo, Prambanan] di sana ada tim pemelihara. Kemudian kalau di Bedingin [Mlati] itu sudah diurug dan hasil temuan lempengen emas dititipkan di pemeliharaan Mlati. Penggalian Situs Bedingin tidak bisa dilanjutkan karena ada rumah di sekitarnya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muktamar Ke-35 NU akan menentukan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU lewat voting tertutup setelah dua opsi belum menemui kesepakatan.
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.
Konservasi di Indonesia dinilai masih meminggirkan masyarakat adat. Isu ini dibahas dalam Peoples’ Conservation Summit 2026 di Jogja.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.