Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Harianjogja.com, JOGJA – Banyaknya ajang pencarian bakat di televisi, membuat sejumlah anak baru gede (ABG) ingin meraih popularitas dengan jalan pintas. Tak jarang, situasi itu dimanfaatkan orang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan. Seperti yang terjadi di Kota Jogja.
Bermodus menjadikan pelajar menjadi bintang, seorang agen pencari model abal-abal menipu puluhan siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Jogja.Akibatnya sejumlah ABG itu kehilangan harta benda seperti perhiasan, telepon selular (ponsel), dompet dan sepeda motor.
Lina Ramadiawati, 16, seorang korban mengungkapkan awalnya ia didatangi pria yang mengaku bernama Wawan ke sekolahnya. Pria itu mengaku sedang mencari model wanita untuk majalah dan kalender. Dirinya tak menyangka, pria yang berpenampilan necis itu dapat menipu. Untuk meyakinkan korban, pelaku sempat menemui guru sekolah dan meminta izin. Akhirnya banyak siswi yang berbondong-bondong untuk mendaftar karena tidak dipungut biaya dan terpedaya bujuk rayu pelaku. Setelah diadakan seleksi awal, terpilihlah 25 siswi dari Kelas XI dan XII.
“Kami sih senang aja waktu ditawarin jadi model,” kata Lina saat melapor di Markas Polres Kota Jogja, Senin (12/5/2014) siang.
Pelaku datang ke sekolah pada Sabtu (10/5/2014) sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah pendaftaran korban kemudian dijanjikan akan dipotret dengan mengambil lokasi di Ambarrukmo Plaza (Amplaz) kesokan harinya. Setelah itu, juga dijanjikan akan dilatih keterampilan menari.
Namun sebelum pemotretan, korban disuruh make up di salah satu salon rias di Jogja. Pelaku juga menyewa dua kendaraan travel untuk mengangkut korban ke lokasi pemotretan. Namun sebelum berangkat ke lokasi pemotretan, korban disuruh untuk mengumpulkan semua perhiasan, dompet dan ponsel dengan dalih agar tidak repot.
“Ponsel, dompet, uang perhiasan dan kunci motor dikumpulkan dalam satu tas yang dibawa pelaku. Setelah ditunggu beberapa jam di Amplas seperti yang dijanjikan, pelaku tak kunjung datang. Akhirnya kami melapor polisi, Minggu (11/5/2014) malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Korlantas Polri menegaskan informasi aturan baru denda ban gundul Rp250.000 adalah hoaks. Sanksi tersebut sudah diatur dalam UU LLAJ.
Febri Diansyah mengungkap alasan menerima penunjukan sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menegaskan fokus pada pembelaan hukum klien.
Sebanyak 20 kalurahan di Bantul menerima program budi daya ikan tematik dari KKP dengan pembangunan sedikitnya 20 kolam ikan di tiap kalurahan.
Nadeo Argawinata menegaskan Timnas Indonesia menargetkan gelar juara ASEAN Hyundai Cup 2026 untuk mengakhiri penantian 30 tahun.
Kaesang Pangarep menyatakan siap maju sebagai caleg DPR di Dapil V Jawa Tengah pada Pemilu 2029. PSI menyiapkan konsolidasi hingga tingkat RT.