Kurangi Emisi Lintas Laju Urban, KAI Commuter Raih Penghargaan di JBBA
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Harianjogja.com, JOGJA-Sekitar 100 warga Jogja yang mengatasnamakan diri dari Jaringan Rakyat Jogja Untuk Indonesia (Jarkindo) melakukan aksi pawai becak di Titik Nol Kilometer, Minggu (18/5/2014). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Sri Sultan Hamengkubuwono X menjadi calon presiden RI Periode 2014-2019.
Pawai becak yang dimulai pukul 09.30 WIB dari depan Kraton Jogja menuju depan Gedung Agung ini juga sambil membawa tiga tumpeng lengkap dengan ubo rampe. Mereka juga membagi-bagikan poster bergambar Sultan dengan tulisan “Sultan Untuk Indonesia”.
“Kami Jaringan Rakyat Jogja untuk Indonesia sebagai bagian dari elemen masyarakat Indonesia membulatkan tekad dan suara untuk mendukung Sri Sultan Hamengku Buwono X menjadi calon presiden,” kata Jakfar Shodiq, selaku koordinator Jarkindo.
Menurut Jakfar, keberagaman pandangan, gagasan, dan ideologi merupakan konsekuensi dari pluralitas budaya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dan harus disatukan dengan baik. Kegelisahan tidak terayominya keberagaman itu membutuhkan penanganan yang tepat untuk mengurangi resiko perpecahan.
Maka, kata Jakfar, dibutuhkan sosok pengayom, tegas, dan pluralis untuk mengatasainya. “Dari beberapa tokoh yang ideal terdapat satu nama yang ideal yakni Sri Sultan yang sering disebut miniatur Indonesia,” klaim dia.
Jakfar menyatakan, jarkindo terdiri dari kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi, aktivis, pedagang, buruh, dan lapisan masyarakat yang berada dalam satu wadah persatuan dan komunikasi rakyat untuk kemajuan dan kesejahteraan Indonesia.
Deklarator Jarkindo, Arie Yanitra mengungkapkan, pihaknya tidak mempedulikan hiruk pikuk politik yang ramai saat ini termasuk pencapresan Jokowi dan Prabowo. Jarkindo, kata Arie, hanya melihat dari sudut sejarah bahwa Kesultanan Yogyakarta memiliki andil besar terhadap kelangsungan NKRI pada Januari 1946 yang sedang didesak kembali oleh penjajahan belanda pascakemerdekaan.
“Kami meyakini peran besar tersebut sangat tepat diemban Sri Sultan Hamengku Buwono X yang merupakan sosok ideal dalam mengatasi penjajahan modern,” imbuh dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Commuter Indonesia (KCI) Wilayah 6 dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Jogja Brand and Business (JBBA) 2026, Rabu (15/7)
Trans Jogja disiapkan terintegrasi dengan Grab untuk mengatasi akses halte dan memperkuat konektivitas first mile-last mile.
Korban bencana di Nepal utara mencapai 951 orang. Sekitar 590 warga negara asing dari 39 negara masih dinyatakan hilang.
Restitusi PPN yang belum cair dikhawatirkan mengganggu cash flow industri hingga memicu PHK dan pailit.
Wisata dan pembangunan di hulu Gajah Wong Sleman dinilai perlu memperhatikan daya dukung lingkungan untuk menjaga air dan ekosistem.
Guru PPPK mendapat kesempatan ikut seleksi CPNS 2027. Pemerintah menegaskan prosesnya melalui seleksi, bukan pengangkatan otomatis.