Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Harianjogjaa.com, KULONPROGO—Keberadaan tambak udang di Dukuh I, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan meresahkan warga. Selain menimbulkan bau anyir, mereka juga khawatir saluran pembuangan limbah tambak udang yang mengarah ke laut akan memperparah abrasi pantai dan membuat air laut merembes ke sumur warga.
Maryanto, 40, salah satu warga, menyebutkan sejak awal pekan lalu, bau menyengat muncul dari areal pembuangan limbah tambak udang. Menurut dia, sejak awal keberadaan tambak udang di wilayah tempat tinggalnya sudah banyak warga yang tidak setuju, bahkan pemkab Kulonprogo pun sempat mengadakan inspeksi.
Tambak udang itu, kata dia, juga membuat abrasi pantai kian parah, karena saluran irigasi pembuangan langsung mengarah ke laut sehingga air limbah menggerus gumuk pasir. Begitu pula halnya dengan air laut dapat dengan mudah merembes ke sumur warga yang digunakan unntuk mengairi sawah.
Rencananya, warga akan mengutarakan permasalahan ini kepada pemilik tambak dan jika belum ada perubahan maka akan kembali melaporkan kepada pemkab.
Pemilik tambak udang, Sumanto, 34, mengungkapkan, bau anyir merupakan hal yang wajar dalam usaha tambak. Ia tidak menampik jika pembuatan tambak udang di sempanjang pantai melanggar aturan, namun masyarakat enggan menghentikan selama pemkab tidak tegas. Sepanjang pesisir selatan Kulonprogo bermunculan tambak udang yang berada di sempadan pantai.
"Jika hanya satu atau dua tambak udang yang dihentikan itu tidak adil, harus seluruhnya," tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kulonprogo, Endang Purwaningrum, menegaskan, berdasarkan Perda No 1/2012 hanya ada dua wilayah di Kulonprogo yang boleh dikembangkan sebagai lahan tambak udang, yakni Desa Banaran di Kecamatan Galur dan Desa Jangkaran di Kecamatan Temon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.