Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Harianjogja.com, SLEMAN–Nanny’s Pavillon Café bernuansa perpustakaan hadir di Jogja. Hari ini, Jumat (23/5/2014), kafe ini akan memulai layanannya di Jogja City Mall.
Marketing Executive Nanny’s Pavillon Jogja, Stella Griensiria mengatakan pada tahun ini Nanny’s Pavillon tidak hanya membuka cabang. Namun mereka juga membuka kesempatan waralaba.
“Di Jogja ini kami adalah waralaba ke empat, setelah Bintaro, bekasi dan Cibubur. Sedangkan untuk cabang, di Jogja ini adalah cabang ke-14,” kata Stella di Nanny’s Pavillon, Kamis (22/5/2014).
Stella menambahkan masing-masing cabang memiliki ciri khas dan design berbeda-beda. Seperti di Jogja ini hadir dengan konsep perpustakaan. Maka tidak heran jika di Nanny’s Pavillon didesain penuh dengan buku tebal.
Bicara soal harga menu di Nanny’s Pavillon mulai dari Rp39.000 hingga Rp70.000 untu menu makanan. Sedangkan untuk menu minuman mulai dari Rp20.000 hingga Rp39.000.
“Masing-masing menu di sini memiliki kisahnya masing-masing. Jadi tidak hanya kami buat saja tanpa acara cerita yang melatar belakanginya,” jelas Stella yang menambahkan semua pelayan dan chef di Nanny’s Pavillon memakai baju layaknya ibu pengasuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Menkeu Purbaya targetkan rupiah menguat ke Rp15.000 lewat intervensi obligasi dan kebijakan DHE SDA mulai Juni 2026.
Google I/O 2026 sorot Gemini Spark yang justru didemokan di iPhone 17 Pro, memicu spekulasi strategi dan kerja sama Apple.
Urgensi Pembentukan TIMPORA Bantul sebagai Wujud Nyata Semangat Imigrasi untuk Rakyat
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.
Samsung kembangkan ponsel layar gulung dengan kamera bergerak adaptif yang mengikuti perubahan ukuran layar.