JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Harianjogja.com, SLEMAN-Karena kepadatan penduduknya, Kecamatan Depok di Kabupaten Sleman disebut sebagai wilayah yang paling rawan bencana kebakaran.
“Kebakaran biasanya berpotensi di wilayah padat penduduk,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman, Ismu Achmad Widodo, ditemui Jumat (30/5/2014) lalu.
Kondisi demikian membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana mendirikan sebuah pos damkar pembantu di Depok. “Kami sudah observasi tanah di sekitar Kecamatan depok. Rencananya di sana akan dibuat pos damkar,” ungkap Ismu.
Saat ini, UPT Damkar Sleman hanya memiliki satu pos induk yang letaknya di lingkungan gedung Pemkab Sleman. Belum ada satu pun pos pembantu. Padahal melihat wilayah Sleman yang begitu luas, Ismu menilai setidaknya ada 5 pos pembantu.
“Idealnya, Sleman paling tidak punya 6 pos damkar. Selain pos induk di Sleman, ada juga pos di Depok, Godean, Pakem, Seyegan, dan Kalasan atau Prambanan,” ujarnya.
Fasilitas pos damkar pembantu, katanya, sangat membantu mempersingkat waktu tempuh mobil damkar. Dia mengakui, keadaan itu membuat waktu respon dari mobil damkar cenderung lambat.
Ia menjelaskan dalam standar teknisnya setiap pos damkar memiliki radius jelajah sepanjang 7,5 kilometer. Dengan kenyataan Sleman yang hanya punya 1 pos induk, mobil damkar bisa menempuh waktu hingga lebih dari 15 menit jika terjadi kebakaran di luar jangkauan.
“Begitu mendapat laporan, kami harus bergerak cepat. Maksimal 15 menit harus sudah sampai lokasi,” kata Ismu Achmad Widodo. Dia menambahkan kebutuhan akan pos damkar dirasa mendesak. “Tapi kita harus menunggu tahun 2015 nanti,” ucapnya kemudian.
UPT Damkar Sleman memiliki 5 mobil damkar dan 2 mobil tangki air. Sementara jumlah personil tim damkar sebanyak 32 orang. “Jumlah itu tetap masih kurang. Tugas kita kan tidak hanya menunggu kebakaran, tapi juga upaya pencegahan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi