NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Harianjogja.com, BANTUL - Hari lingkungan hidup jatuh pada Kamis (5/6/2014) diperingati puluhan mahasiswa tergabung dalam HMI Cabang Jogja Raya Komisariat Sekolah Tinggi Tehnik Lingkungan (STTL) dengan menggelar aksi unjuk rasa di perempatan Gedongkuning, Banguntapan Bantul.
Mahasiswa menilai pemerintah dibawah kepemimpinan SBY-Boediyono gagal dalam menjaga kelestarian hidup. Kegagalan dibuktikan dari hilangnya 2.31 juta hektar hutan akibat berdirinya industri melakukan ekploitasi, pembalakan liar, dan alih fungsi hutan.
Aktivis Muhammad Fahmi dalam orasinya mengatakan kegagalan SBY menjaga kelestarian lingkungan hidup ditunjukkan dari pembangunan infrastruktur yang tidak terkendali. Pemerintah terlalu memberi peluang pihak asing sehingga eksploitasi.
"Eksloitasi terhadap sumber daya alam semakin parah adanya pertambangan, pembalakan hutan, pengalihan fungsi lahan, transmigrasi dan berbagai kebijakan-kebijakan yang berdampak pada kelestarian lingkungan," lantang Fahmi.
Ia memaparkan dalam kurun waktu 2004-2009 Indonesia sudah kehilangan 2.31 juta hektar hutan per tahun akibat pabrik, pembalakan liar dan alih fungsi lainnya.
Mewakili HMI, Fahmi menilai kondisi tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan dan bencana datang dari berbagai arah seperti pencemaran air,udara dan tanah, lumpur lapindo, banjir tahunan di Jakarta dan banjir tak terduga dari berbagai daerah dan polusi.
"Itu semua karena pemerintah gagal membuat kebijakan yang melestarikan lingkungan hidup di negeri ini," imbuh Fahmi.
Aksi mahasiswa mendapatkan pengamanan aparat kepolisian juga diwarnai dengan membentangkan spanduk bertuliskan penolaka pemerintahan zalim dan campur tangan asing serta belasan poster bertuliskan diantaranya tuntutan realisasi UU Lingkungan Hidup no. 32 tahun 2009 dan penegakan keadilan ekologis. Mahasiswa juga membakar keranda sebagai simbol matinya fungsi kementrian lingkungan hidup.
Koordinator umum aksi mahasiswa Doni Kurniawan menyatakan sejak tahun 1972 beberapa negara baru menyadari bahwa bumi mengalami banyak kerusakan lingkungan hidup baik kabut asap hingga penyakit minamata ditandai banyak habitat satwa menghilang.
Adanya dampak tersebut, PBB menyelenggarakan konferensi tentang lingkungan hidup yang berlangsung di Stockholm, Swedia dan menetapkan 5 Juni hari lingkungan hidup sedunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Marc Marquez menyebut Indonesia sebagai balapan terburuk baginya. Ini alasan Mandalika menjadi kekhawatiran jelang MotoGP Indonesia 2026.
Apakah Anda mudah jatuh cinta dan mengidealkan pasangan? Kenali 7 ciri hopeless romantic agar tidak terjebak dalam hubungan buruk. Simak tanda-tandanya di sini!
Daihatsu kembali menghadirkan keseruan Daihatsu Kumpul Sahabat 2026 di Batam. Berlangsung pada 2–6 September 2026 di Mega Mall Batam Centre
BPBD Gunungkidul menyiapkan perpanjangan status siaga kekeringan hingga akhir November dan mengajukan 5.000 tangki air bersih.
Demo mahasiswa UGM digelar sore ini. Simpang Gramedia direkayasa situasional, berikut titik pengalihan dan rute alternatif bagi pengendara.