PHK Industri Tak Hanya Dipicu Harga Gas, Ini Penjelasan Said Iqbal
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Ratusan warga Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir, mengancam akan menutup tambak udang yang beroperasi di wilayah tempat tinggal mereka jika pemerintah kabupaten tidak segera bertindak.
Dalam pertemuan antara warga dengan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kulonprogo di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bugel, Kamis (26/6/2014) sore, warga menuntut pemerintah untuk menghentikan tambak udang.
Sumanto, perwakilan Koalisi Masyarakat Pesisir, mengungkapkan, keberadaan tambak udang sudah meresahkan warga sejak Februari lalu, namun tidak pernah ada tindakan tegas dari pemerintah. “Kalau pemerintah tidak bisa mengatasi, nanti warga sendiri yang menutup paksa,” ujarnya.
Menurutnya, keresahan warga muncul karena tambak udang tersebut menimbulkan pencemaran lingkungan, seperti bau limbah dan suara bising dari mesin diesel yang digunakan untuk mengoperasikan tambak. Tidak hanya itu, keberadaan tambak yang melanggar sempadan pantai tersebut juga sudah membuat abrasi pantai semakin parah.
Ia mengatakan toleransi maupun dispensasi yang diberikan pemkab untuk tambak udang di Bugel tidaklah tepat, karena melanggar aturan daerah. Aturannya, kawasan sempadan pantai tidak diperbolehkan untuk usaha.
“Walaupun cuma satu tambak, tetapi kami ingin aturan ditegakkan supaya yang lain tidak ikut-ikutan,” imbuh Sumanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Said Iqbal menegaskan PHK industri tidak hanya dipicu harga gas, tetapi juga konflik global, daya beli melemah, dan relokasi investasi.
Jadwal KRL Jogja–Solo Sabtu 4 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan fleksibel.
Polisi tangkap satu terduga pelaku penyerangan anggota di Katingan. Pelaku lain masih diburu aparat gabungan.
PSIM Jogja resmi melepas Anton Fase jelang Super League 2026/2027. Cedera jadi faktor utama minimnya kontribusi pemain asal Belanda itu.
Menko PMK Pratikno minta dukungan DIY untuk Gerakan RANA. Fokus pada ruang aman anak, pendidikan inklusif, dan kesehatan mental.
PSS Sleman resmi mempertahankan Dominikus Dion. Gelandang muda ini jadi kunci kebangkitan Super Elja ke Super League.