Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Ilustrasi mi mengandung formalin (JIBI/Solopos/Antara)
Harianjogja.com, JOGJA- Wartono, pedagang aneka makanan sayur dan lauk di depan kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja mengakui tidak takut ketika makanan jualannya diperiksa Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY.
Begitu pula ketika tahu bahwa mi goreng yang dia jual mengandung formalin. “Saya kan cuma beli dari orang. Kalau ketahuan malah bagus. Jadi saya nggak akan mau menjual yang begitu lagi,” ujarnya, usai pemeriksaan, Kamis (3/7/2014).
Sebanyak 22 sampel makanan yang dijual di pusat penjualan makanan berbuka diuji Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY.
Beberapa dari sampel yang diambil di kawasan jajanan berbuka puasa depan kampus UII dinyatakan positif mengandung bahan berbahaya.
Soesie Istyorini, Kepala Sie Layanan dan Informasi Konsumen BPOM DIY mengatakan inspeksi mendadak serupa akan rutin digelar BPOM DIY selama Ramadan.
“Sasarannya memang sentra berbuka puasa. Nanti juga pasti kami akan cek yang lembah UGM, jalur Gaza, dan lainnya,” ungkap Soesie.
Ditambahkan, timnya juga akan mengawasi makanan yang digunakan dalam pembuatan parcel jelang lebaran nanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.