JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Ilustrasi jalan rusak (Burhan Aris Nugraha/JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, SLEMAN-Kondisi jembatan di ruas Jalan Ring Road Utara, tepatnya depan Jogjakarta International Hospital (JIH), Condongcatur, Depok masih rawan bagi para pengguna jalan. Perbaikan jembatan yang ambles pada awal Maret lalu tersebut baru menyentuh lajur di sisi selatan. Sedangkan untuk lajur di sisi utara masih menunggu selepas lebaran.
Perbaikan jembatan ambles ditargetkan rampung pada akhir Oktober nanti. Demi mengejar munculnya arus mudik dan arus balik pada akhir Ramadan hingga pasca lebaran, pengerjaan dilakukan pada jalur sisi selatan terlebih dahulu.
“Kami sudah koordinasi dengan Ditlantas Polda maupun Dinas Perhubungan untuk mengurangi beban lalu lintas, terutama kendaraan berat dari arah barat ke timur,” ungkap Pejabat Pembuat komitmen (PPK) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Kementerian Pekerjaan Umum RI, Santoso, Jumat (4/7/2014).
Larangan melintas bagi kendaraan berat di jembatan depan JIH tersebut akan terus berlaku hingga perbaikan selesai. Kendati demikian, berdasarkan pantauan Harianjogja.com, kendaraan berat seperti truk dan bus besar masih melintas di jembatan. Hal itu menimbulkan kecemasan di kalangan masyarakat yang juga sering melewati jalur tersebut. Menanggapi keluhan pengguna jalan, Santoso menyatakan sementara ini kondisi masih aman. Syaratnya, tak ada kendaraan berat yang melintas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja terbaru 23 Mei 2026. Tarif Rp8.000, rute Palur–Tugu, cocok untuk komuter dan wisata.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.