AI Masuk E-Katalog, Luhut Klaim Anggaran Bisa Hemat 30 Perse
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo optimistis dapat menyelesaikan tiga peraturan daerah (perda) sebelum masa jabatan berakhir pada 22 Agustus mendatang.
Tiga raperda yang masih dalam pembahasan tersebut, antara lain, raperda kebijakan umum anggaran (KUA) Perubahan APBD 2014, KUA APBD 2015, serta raperda Perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kulonprogo 2011-2016.
Ketua DPRD Kulonprogo Ponimin Budihartono mengaku, selama ini pembahasan raperda terkendala karena peserta rapat paripurna tidak memenuhi quorum.
"Kemarin banyak anggota dewan yang masih sibuk kampanye, kalau sekarang suasananya sudah berbeda, sehingga bisa kembali fokus," ujarnya, Jumat (12/7/2014).
Ia yakin, DPRD Kulonprogo mampu menyelesaikan tiga raperda menjadi Perda dalam waktu satu bulan, sebelum masa tugas selesai. Ponimin akan mendesak anggota untuk menyelesaikan tugasnya dan tidak mangkir.
Dipaparkannya, sanksi bagi anggota dewan yang mangkir, antara lain dilaporkan ke fraksi atau partai, dan pencairan uang tali kasih purna tugas akan dihambat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Prabowo mendorong Danantara dan RDIF membiayai proyek investasi Indonesia-Rusia serta meminta I-EAEU FTA segera berlaku.
DPRD Bantul menyoroti izin kolam koi di Villa Banguntapan setelah warga mengeluhkan rembesan air, kolam jebol, hingga dugaan pencemaran.
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Rekrutmen KAI 2026 dibuka 4 September untuk lulusan SLTA, D3, D4/S1. Cek formasi, persyaratan, dan pendaftaran di karier.kai.id.
YES 2026 merumuskan lima strategi untuk mendorong ekonomi DIY bertumbuh, inklusif, dan resilien di tengah tantangan global.