Tertibkan Anjal dan Gepeng, Dinsos Jogja Terkendala Daya Tampung Panti Karya

Uli Febriarni
Uli Febriarni Selasa, 15 Juli 2014 00:30 WIB
Tertibkan Anjal dan Gepeng, Dinsos Jogja Terkendala Daya Tampung Panti Karya

JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha RAZIA PGOT--Petugas mendata dan memberikan pengarahan kepada sejumlah pengamen, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) yang terjaring razia dan dikumpulkan di bekas panti Dinsosnakertrans Solo, Rabu (18/4) Razia yang dilakukan oleh petugas gabungan Dinsosnakrtrans Kota Solo bersama Satpol PP, polisi tersebut berhasil menjaring sekitar 17 PGOT.

Harianjogja.com, JOGJA- Pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja mengaku cukup mengalami kendala dalam mengelola keberadaan anak jalanan dan gelandangan di kota.

Penyebabnya, keterbatasan daya tampung Panti Karya, sebagai lokasi menginap dan pelaksanaan pemberdayaan bagi mereka.

"Kami perhatikan daya tampung, nanti kalau sudah dijaring tak muat di Panti Karya gimana? Biasanya, yang tidak muat tadi, kami tawarkan ke provinsi [Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta]. Kalau provinsi tidak menyanggupi, ya kita tidak bisa lakukan penjaringan lagi," terang Hadi Muhtar, kepala Dinsosnakertrans Kota Jogja, Senin (14/7/2014).

Hadi menjelaskan, daya tampung ruangan bagi penghuni Panti Karya  yang menetap, sekitar 55-60 orang. Untuk ruangan besar, tempat mereka yang terjaring, daya tampung 50-60.

Di Panti Karya, mereka akan dibina sesuai dengan porsi masing-masing, selama tiga hari. Misalnya, untuk anak usia putus sekolah, mereka akan diberi pembinaan mental, pengetahuan umum, agama, kenegaraan dan kehidupan.

Namun Hadi tak menampik bahwa tak semua anak jalanan dan gelandangan yang dibina Panti Karya tak kembali ke jalanan.

"Ada juga yang setelah selang satu sampai dua bulan pembinaan, namun kembali terjaring saat razia. Ini kan yang bisa saja kemudian menjadikan adanya Peraturan Daerah untuk anak jalanan yang terjaring, dibina, namun terjaring lagi dalam razia, maka akan dikenakan denda berat," tutup Hadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online