Bripka E Pengasuh Ponpes di Wonogiri Ditahan Kasus Kekerasan Seksual
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Harianjogja.com, BANTUL – Meskipun belum dilakukan pembahasan mendalam di internal partai, DPC PDI Perjuangan Bantul tidak lama lagi bakal memfokuskan perhatian untuk menyambut persiapan pelaksanaan pilkada Bantul yang rencananya akan digelar serentak dengan dua kabupaten di DIY yakni Sleman dan Gunungkidul, Mei 2015 mendatang.
Sekretaris DPC PDIP Bantul Albertus Yulianto mengatakan meskipun pilkada masih digelar tahun depan, berbagai langkah sudah mulai dipersiapkan. Salah satunya mengenai kepastian aturan dari DPP PDI Perjuangan terkait surat keputusan tata tertib terbaru yang menjadi acuhan kerja yang akan mengatur regulasi internal partai seperti yakni pembentukan tim penjaringan dan penyaringan bakal calon.
“Kami belum buat tim itu karena masih menunggu regulasi internal PDIP dari DPP yang sampai saat ini belum ada. Jika nanti sudah turun langsung kami tindaklanjuti dengan langkah menguatkan tim penjaringan dan penyaringan lebih dulu,” ujar Yulianto kepada Harianjogja.com di kantor DPC PDIP Bantul, Senin (4/8/2014).
Apabila regulasi dari DPP PDI Perjuangan nanti tidak banyak mengalami perubahan, langkah awal yang akan diambil DPC di Bantul berupa pembentukan tim penjaringan dan penyaringan melibatkan struktur pengurus harian DPC. Tim penjaringan dan penyaringan bakal calon kepala daerah ini akan selanjutnya masih akan dikuatkan dengan SK dari DPP PDI Perjuangan untuk memulai tugasnya yakni tahapan membuka pendaftaran hingga memilih tiga pasangan yang selanjutnya akan dikirim ke DPP PDI Perjuangan. Menurut Yulianto, sisa waktu sembilan bulan tersebut, hanya ada enam bulan efektif untuk DPC PDI Perjuangan Bantul melakukan persiapan seperti penjaringan dan penyaringan calon kandidat yang berminat.
Pantauan Harianjogja.com di kalangan politisi, hingga kemarin sudah muncul menjadi perbincangan hangat nama–nama politisi yang bakal berebut kursi orang nomor satu di Bantul seperti Sri Suryawidati (Bupati Bantul), Agus Wiyarto (mantan politisi PKB), Gandung Pardiman (Partai Golkar), Sumarno Prs (wakil bupati Bantul) juga mantan politisi PKPB yang juga keponakan Mantan presiden RI Soeharto yakni Aryo Winoto.
Selain keempat nama tersebut, beberapa nama politisi juga santer disebutkan di kalangan anggota legislatif seperti Joko Purnomo (mantan Ketua DPRD Bantul dan politisi PDIP), Aryunadi (ketua DPC PDIP Bantul), Aslam Ridlo (politisi PKB).
“DPC Partai Gerindra juga sudah mulai menyiapkan dua nama yang akan diusung. Tinggal meseriusi saja menjadi keputusan DPP Partai Gerindra kok,” ujar salah satu caleg baru terpilih dari Gerindra minta namanya tidak disebutkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bripka E, anggota Polres Wonogiri, ditahan sebagai tersangka dugaan kekerasan seksual berbasis gender online terhadap perempuan 19 tahun.
Kebakaran menghanguskan 12 rumah dinas di Aspol Panularan Solo. Sebanyak 10 keluarga terdampak, sementara penyebab pasti masih diselidiki polisi.
PB PGRI menyambut putusan MK yang melarang dana pendidikan 20 persen digunakan untuk MBG dan meminta anggaran fokus pada substansi pendidikan.
Dokter mengingatkan obesitas pada perempuan merupakan penyakit kronis yang meningkatkan risiko gangguan reproduksi, kehamilan, dan penyakit jantung.
Bandara Soekarno-Hatta siap melayani operasional perdana Airbus A380 Emirates pada 8 Agustus 2026 untuk mendukung laga Chelsea vs AC Milan.
BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi setelah dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang masih diselidiki.