BATU BATA DARI ARANG : Dari Limbah Pabrik yang Berserakan (Bagian 1)

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Kamis, 07 Agustus 2014 12:40 WIB
BATU BATA DARI ARANG : Dari Limbah Pabrik yang Berserakan (Bagian 1)

Salah seorang karyawan menunjukan bata press yang dinakamakan bain alias bata inovasi Rabu (6/8/2014). Bata ini dibuat menggunakan limbah arang dari pabrik gula. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)

Harianjogja.com, BANTUL-Bata inovasi atau disingkat bain merupakan produk yang dibuat tanpa menggunakan tanah liat, melainkan arang bekas pembakaran. Produksi bain atau bata press tersebut dikembangkan warga Dusun Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

Pemilik bisnis ini, Agus Sucahyono menemukan ide pembuatan bata press sekitar tiga tahun lalu. Tepatnya, saat laki-laki asal Pasuruan Jawa Timur itu menyaksikan limbah arang bekas pembakaran pabrik gula Madukismo yang dibuang berserakan di pinggir jembatan di Jalan Raya Kembaran.

“Lalu saya coba gunakan untuk membuat batu bata dan hasilnya bisa seperti bata merah,” ungkap Agus Rabu (6/8/2014).

Proses produksi bain ini dimulai dengan menyaring arang limbah pabrik. Kemudian limbah itu dicampur dengan abu batu dan semen dalam sebuah adonan lalu dipress menjadi batu bata. Tampilan fisik batu bata ini mirip batu candi karena berwarna kelam. Namun saat dipegang noda bekas arang masih ditemukan menempel di tangan. Bain dapat digunakan untuk tembok rumah laiknya bata merah maupun untuk memperindah bangunan bagian depan rumah.

“Penggunaanya bisa dilepo maupun diaci,” tutur dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis