BANDARA KULONPROGO : Sosialisasi akan Dilakukan 3 Bulan

Jum'at, 15 Agustus 2014 06:45 WIB
BANDARA KULONPROGO : Sosialisasi akan Dilakukan 3 Bulan

JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha Pesawat Kalstar berjalan di landasan pacu bersiap melakukan take off di Bandara Adi Sumarmo, Ngemplak, Boyolali, Senin (24/2). Bandara Adi Sumarmo pada Senin (24/2) pagi ditutup selama 2 jam akibat kabut tebal disekitar bandara.

Harianjogja.com, JOGJA- Menurut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kelanjutan pembangunan bandara Internasional di Temon, Kulonprogo menunggu proses sosialisasi yang dilakukan selama tiga bulan dari September sampai Oktober.

“Sesuai ketentuan Undang- Undang [pengadaan tanah untuk kepentingan umum], prosedurnya seperti itu, jangan dipotong- potong, nanti ndak keliru,” ujar Sultan di Komplek Kepatihan, Kamis(14/8/2014).

Dalam sosialisasi itu, ujar Sultan, akan diinvetarisasi mana warga yang setuju dan mana yang menolak. Proses ini menjadi dasarnya untuk mengeluarkan IPL. “Ketika masyarakat setuju, baru bicara soal harga tanah,” katanya.

Pada 9 September mendatang, Sultan bersama Bupati Kulonprogo pun berencana untuk berangkat ke Mumbai, India untuk melihat pengembangan bandara yang dilakukan oleh GVK.

GVK merupakan perusahaan bandara asal India yang melakukan joint venture dengan PT Angkasa Pura dalam membangun bandara Internasional di Temon, Kulonprogo.

“Untuk melihat proyek GVK di sana sehingga bisa menjadi referensi,” kata Hasto dikonfirmasi terpisah.

Ia mengatakan, materi sosialisasi sudah siap sehingga sosialisasi akan secepatnya dilakukan. Materi itu dibuat oleh pihak Angkasa Pura dengan dibantu ahli dari UGM. “Soal besaran ganti rugi nanti akan dihitung oleh tim appraisal independen,” ujarnya.

Selain ganti rugi, katanya, pemkab juga telah menyiapkan alternatif lain pengganti lahan pertanian warga terdampak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online