Anggaran Jamkesda Bantul Diusulkan Rp14,4 Miliar
One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su/Files (SINGAPORE - Tags: BUSINESS)
Harianjogja.com, BANTUL—Dana Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Kabupaten Bantul diusulkan sebesar Rp14,4 miliar untuk tahun depan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jamkesda Bantul Suiningsih menyatakan, usulan anggaran senilai Rp14,4 miliar di APBD murni 2015 itu untuk membiayai sebanyak 220.000 jiwa peserta Jamkesda.
"Kami usulkan sama dengan tahun ini Rp14,4 miliar," terangnya belum lama ini.
Pembiayaan Jamkesda untuk 200.000 jiwa ditanggung APBD DIY dan Pemkab Bantul, sementara sisanya 20.000 jiwa ditanggung penuh Pemkab Bantul.
Premi asuransi masing-masing peserta yang ditanggung pemerintah sebesar Rp120.000 per tahun. Masing-masing peserta memiliki jatah klaim kesehatan sebesar Rp10 juta setahun.
Namun bila biaya kesehatan membengkak, peserta Jamkesda dapat mengajukan penambahan biaya pengobatan ke pemerintah DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share