Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Harianjogja.com, SLEMAN-Kegiatan outbond disebut sarana penyegaran otak dan tubuh yang biayanya murah. Kegiatan itu pun dianggap bisa turut mengenalkan obyek wisata alam di Sleman.
“Dengan memanfaatkan sarana dan prasarana di wilayah Sleman, secara tidak langsung akan menghidupkan roda perekonomian masyarakat,” kata Bupati Sleman, Sri Purnomo, saat membuka kegiatan outbond perangkat desa se-kecamatan Gamping di Desa Wisata Kelor, Bangunkerto, Turi, Sabtu (6/9/2014).
Menurut Sri Purnomo, setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang, bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Masyarakat bisa menawarkan berbagai layanan jasa maupun memperlihatkan potensi yang dimiliki. “Diharapkan itu jadi kesempatan masyarakat untuk menambah pendapatan,” tuturnya.
Kegiatan outbond diikuti 140 orang. Peserta terdiri dari musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), kepala desa, perangkat desa, hingga para dukuh di Gamping.
“Selain menambah semangat kerja pengabdian kepada masyarakat, semoga outbond ini juga mempererat tali silaturahmi kita,” ucap Sri Purnomo mengharapkan.
Sementara itu, Camat Gamping Priyo Handoyo mengatakan outbond merupakan bagian pembinaan bagi perangkat desa. “Tujuannya meningkatkan keakraban dan kerjasama antar perangkat desa dengan kecamatan sehingga kualitas kinerja juga bisa ditingkatkan,” kata Priyo memaparkan.
Materi outbond yang dimainkan hari itu antara lain transfer air, pesan berantai, tongkat ajaib, egrang tandem, flying fox, hingga menyusuri sungai Bedog dan lainnya. “Semuanya bermanfaat dalam peningkatan kinerja,” ucap Priyo.
“Meski biayanya relatif murah, manfaat outbond itu luar biasa,” lanjut Priyo.
Senada dengan Sri Purnomo, didukung kesegaran tubuh yang bertambah, pelayanan ke masyarakat akan lebih baik dan prima.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 lengkap dengan niat, tata cara, dan keutamaannya menjelang Iduladha.
PLN pastikan listrik Sumatra pulih bertahap usai gangguan transmisi, 176 gardu induk kembali normal.
Selat Solo jadi alternatif olahan daging kurban yang unik. Perpaduan Jawa-Belanda, lezat, dan makin populer saat Idul Adha.
Kelangkaan solar subsidi di luar Jawa picu antrean panjang dan lonjakan biaya logistik jelang Iduladha 2026.
Masjid Sheikh Zayed Solo gelar Iduladha 2026 dengan 50 sapi kurban dan Festival Bulan Haji. Ada pasar gratis hingga nikah massal.