Cegah Aset Mangkrak, Dewan Gunungkidul Desak Pendataan
DPRD Gunungkidul meminta Pemkab mendata ulang aset daerah untuk mencegah bangunan mangkrak dan mengoptimalkan potensi PAD.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kurikulum 2013 telah diberlakukan, namun hingga saat ini distribusinya di Gunungkidul belum selesai. Malahan, untuk buku ajar Sekolah Menengah Pertama belum didistribusikan sama sekali.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, pihaknya sudah meminta kepastian ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terkait buku ajar 2013, utamanya untuk buku pelajaran siswa SMP.
Namun, kejelasan tersebut belum membuahkan hasil, karena sampai saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut dari kementrian tersebut.
"Sudah dikoordinasikan dan akan segera dikirim," katanya, Minggu (7/9/2014).
Dia menjelaskan, buku ajar yang selesai didistribusikan baru di sekolah dasar. Sementara untuk siswa sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan, tidak jauh berbeda dengan buku pelajaran SMP. Pasalnya, hingga saat ini baru 27% yang berhasil disalurkan.
"Kami masih menunggunya, karena buku-buku itu penting untuk pelaksanaan kurikulum baru," ungkap dia.
Meski demikian, kata Bahron, sekolah tidak terpaku dengan distribusi buku-buku tersebut. Sebagai antisipasinya, Dinsdikpora menginstruksikan kepada sekolah agar menggunakan compact disc yang diperoleh saat pelatihan sebagai materi pengajaran.
Langkah tersebut penting, supaya kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Selain itu, sambung dia, melalui CD itu, materi dalam kurikulum 2013 bisa tersampaikan dengan benar ke seluruh siswa.
"Mau tidak mau, kegiatan belajar mengajar tetap harus berjalan. Sambil menunggu datangnya buku itu, untuk sementara bisa menggunakan CD pelatihan sebagai bahan mengajar," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta Pemkab mendata ulang aset daerah untuk mencegah bangunan mangkrak dan mengoptimalkan potensi PAD.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Persija menang 1-0 atas Borneo FC. Shin Tae-yong menyebut Macan Kemayoran baru menunjukkan 50 persen kemampuan terbaiknya.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.