Nelayan Gunungkidul Panen Ikan Pari, Seperti Apa?

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Kamis, 25 September 2014 00:20 WIB
Nelayan Gunungkidul Panen Ikan Pari, Seperti Apa?

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Nelayan di Pantai Gesing, Girikarto, Panggang tengah panen ikan pari. Harga jual ikan pari dinilai cukup bagus.

Salah satu nelayan Pantai Gesing Suparmo, 35, mengatakan, ikan pari mulai muncul September. Menurutnya, ikan pari masih bisa ditemui hingga Oktober. Setiap kilogram ikan pari dihargai Rp20.000.

“Satu ikan pari beratnya ada yang mencapai 1,5 kwintal. Jadi, hasilnya lumayan banyak,” ujar dia, ketika ditemui di Pantai Gesing, Selasa (23/9/2014).

Menurutnya, setiap melaut, setiap nelayan bisa membawa pulang satu kwintal hingga dua kwintal ikan pari. Suparmo mengatakan, untuk mendapatkan ikan pari, nelayan harus melaut sejauh dua kilometer ke tengah laut. Hitungannya, tidak terlalu ke tengah.

“Untuk menangkap ikan pari, kami menggunakan pancing senggol,” ujar dia.

Menurut Suparmo, para nelayan membeli pancing senggol dari Cirebon. Pancing tersebut terbuat dari tali tampar sepanang 30 meter. Setiap 30 meter berisi 100 mata pancing. Nelayan menyebutnya satu jepet.

“Kalau melaut, setiap kapal bisa memasang 60 hingga 70 jepet pancing senggol,” ungkap dia.

Nelayan lainnya, Sadi menambahkan, setiap satu jepet ia beli dengan harga Rp90.000 sampai Rp100.000. Ia mengatakan, para nelayan memasang pancing senggol pukul 09.00 WIB. Mereka akan mengambilnya keesokan harinya.

“Kalau beruntung ya bisa dapat banyak. Kalau tidak ya tidak dapat sama sekali, jadi rugi bahan bakar,” ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online