PILKADA TAK LANGSUNG : KPU Bantul Tetap Mutakhirkan Data Pemilih

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Selasa, 30 September 2014 00:20 WIB
PILKADA TAK LANGSUNG : KPU Bantul Tetap Mutakhirkan Data Pemilih

DATA PEMILIH -- Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo memasukkan data penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) sebagai persiapan menjelang Pilkada 2010, di Kantor KPU, Manahan, Solo, Jumat (6/11). Data tersebut nantinya untuk pencocokan dan penelitian pemutakhiran data pemilihan sementara, serta bimbingan teknis Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).

Harianjogja.com, BANTUL- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan tetap memutakhirkan dan memperbaharui data pemilih daerah ini meskipun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) digelar tidak langsung atau melalui dewan perwakilan rakyat daerah.

"Kalaupun Pilkada tidak langsung ya kami tetap dengan posisi kami bekerja sesuai fungsi, selain fokus ke pendidikan pemilih, juga masalah 'updating' data pemilih ," kata Komisioner KPU Bantul, Divisi Teknis Penyelenggaraan, Arif Widayanto, Minggu (28/9/2014).

Menurut dia, pemutakhiran data pemilih tetap dilakukan karena setiap hari ada kemungkinan mengalami perubahan, baik itu mutasi ke luar daerah, maupun warga yang telah memenuhi syarat menjadi pemilih misalnya genap berusia 17 tahun.

Ia mengatakan, dalam pemutakhiran data pemilih tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), karena intansi terebut yang mempunyai basic data untuk pendataan pemilih itu.

"Pemutakhiran data pemilih tetap perlu, karena data itu kan tidak hanya sekonyong-konyong digunakan saat itu juga, namun bisa juga sebagai prediksi berapa data pemilih selama lima tahun mendatang," katanya.

Apalagi, kata dia penggunaan data pemilih di setiap daerah tersebut sudah menjadi rutinitas lima tahunan apakah untuk penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg), Pemilu Presiden (Pilpres), yang itu bisa disiapkan sejak sekarang.

"Jadi meskipun Pilkada tidak ada [tidak mengunakan data pemilih] ya tidak masalah, kan bisa dipakai lima tahun besok, dengan begitu datanya sudah bisa diprediksi dan kami olah," kata Arif Widayanto.

Ia juga mengatakan, permasalahan data pemilih yang selama ini terjadi seperti adanya pemilih tercecer dalam daftar pemilih tetap (DPT), menurutnya itu karena pemutakhiran data pemilih yang kurang intensif dilakukan.

"Selama ini kan karena mungkin kurang intens saja, sehingga data pemilih itu banyak yang tercecer, apalagi ketika ada mutasi dari luar daerah ke Jogja yang belum bisa cepat, makanya pendataan pemilih itu perlu," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis