Pabrik Arang Briket Dilalap Si Jago Merah

Senin, 29 September 2014 17:40 WIB
Pabrik Arang Briket Dilalap Si Jago Merah

SIMULASI KEBAKARAN. Seorang siswa memadamkan api menggunakan karung basah saat simulasi kebakaran di SMKN 1 Kudus, Jateng, Kamis (24). Simulasi yang digelar oleh Damkar Djarum merupakan edukasi Keselamatan Keamanan Kerja (K3) bagi pelajar. FOTO ANTARA/Andreas Fitri Atmoko/tom/12.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Sebuah pabrik arang briket yang berlokasi di Dusun Ploso, Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo dilalap si jago merah, Senin (29/9/2019) pagi.

Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini, namun kebakaran meluluhlantakkan ruang supervisor. Diduga api berasal dari percikan api dari cerobong tempat produksi yang mengenai atap ruangan.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.30 WIB itu pertama kali diketahui Muhtar, 29, satpam pabrik. Ia melihat asap tebal mengepul dari ruang supervisor. Setelah memastikan ruangan itu terbakar, ia segera memanggil pemadam kebakaran.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran datang satu jam kemudian. Proses pemadaman membutuhkan waktu lama karena api membesar dan menjalar ke sudut ruangan. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 07.00 WIB.

Muhtar menuturkan percikan api berasal dari oven yang berada di tempat produksi. “Percikan api mengenai eternit ruangan supervisor yang kebetulan juga banyak serbuk kayu, sehingga eternit ambrol dan api masuk ke dalam ruangan,” ujarnya.

Diungkapkanya, peristiwa kebakaran juga pernah terjadi sekitar satu tahun lalu, akan tetapi tidak sebesar kejadian saat ini. Biasanya, kata Muhtar, bisa diatasi sendiri dan tidak perlu memanggil petugas pemadam kebakaran.

Jawa, mantan karyawan pabrik sekaligus warga sekitar, membenarkan, kejadian kebakaran kecil sering terjadi namun selalu bisa diatasi.

“Kebakaran kecil biasa saja karena pabrik ini juga produksinya berhubungan dengan api, jadi selalu bisa diatasi kalau ada kejadian kecil, baru ini yang paling besar,” terangnya.

Ia menambahkan, pabrik arang briket sudah beroperasi sejak 1992 dan hasil produksinya diekspor ke Arab Saudi dan Turki.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online