Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Harianjogja.com, SLEMAN-Berbagai karya siswa SLB G Daya Ananda dipamerkan di Dusun Ganjuran, Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman, Selasa (30/9/2014).
Tidak hanya pameran saja, beberapa siswa juga mendemonstrasikan pembuatan aneka kerajinan tangan.
Kepala SLB G Daya Ananda, Supriyanto mengungkapkan, memang tidak mudah membimbing dan mendampingi setiap siswa untuk berkarya. Namun, keterampilan yang terbentuk tidak hanya mengajarkan soal kemandirian, melainkan juga langkah rehabilitasi.
“Kami ada yang melukis, membatik, seni kriya, seni patung,” kata Supriyanto kepada wartawan.
Sebanyak 54 siswa SLB G Daya Ananda memiliki intelegensi yang jauh dibawah rata-rata. “Ada yang intelegensinya 20. Anak-anak kami ini multihandicap. Selain hambatan intelektual, disertai pula hambatan dalam fisik, perilaku, dan sebagainya,” papar Supriyanto.
Supriyanto menjelaskan, siswa-siswanya cenderung diarahkan ke pengembangan keterampilan. “Gerakan motorik menjadi kunci penting. Keterampilan yang kami ajarkan akan jadi kebiasaan sehingga hal itu bisa menjadi bekal menuju kemandirian,” ucapnya.
Hasil karya siswa SLB G Daya Amanda pun layak dijual. “Ada beberapa yang menarik perhatian tamu. Dulu pernah ada kain batik sepanjang 1,5 meter yang laku Rp1,5 juta. Kami juga coba bangun jaringan dengan berbagai pihak,” kata Supriyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM
Lima pendaki tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp81.300 per kg berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, Senin (25/5/2026)
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa