Daftar Harga BBM Terbaru 23 Juli 2026 di Pertamina, Shell, BP, Vivo
Daftar harga BBM terbaru 23 Juli 2026 di Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo. Dexlite, Pertamina Dex, serta Pertamax Turbo turun.
Prosesi larungan di tengah samudera saat sedekah laut nelayan Pantai Baron, Kamis (2/10/2014). (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Labuhan atau sedekah laut merupakan cara nelayan bersyukur dan berdoa. Mereka bersolek. Hari itu adalah hari mereka.
Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari dipenuhi kapal nelayan, Kamis (2/10/2014). Kapal-kapal itu berjajar rapi di sepanjang pantai.
Beberapa kapal tampak bersolek lebih cantik dari yang laina. Ada hiasan bendera merah putih berukuran kecil yang dironce. Roncean bendera kecil itu ditarik dari tiang pancang kapal ke sudut-sudut kapal.
Para nelayan pun tampil beda. Jika biasanya mereka mengenakan kaus dipadu celana, kadang-kadang dilengkapi jas hujan, kemarin
mereka tampil istimewa. Setiap nelayan mengenakan pakaian adat lengkap dengan belangkon. Para istri nelayan pun tak mau kalah.
Mereka bersolek di salon dan mengenakan kebaya dengan sanggul.
Wajah mereka tampak berbinar. Dari area pantai, mereka berjalan dan berkumpul di Pendapa Pantai Baron. Tampak sembilan
gunungan yang dilengkapi kepala kambing, buah, hingga ayam hidup berjajar rapi di muka pendapa. Kemarin, merupakan waktu bagi nelayan berpesta. Mereka tengah mensyukuri kelimpahan rezeki berupa hasil tangkapan ikan pada tahun lalu. Melalui pesta, mereka memanjatkan doa agar panen ikan di tahun berikut tetap melimpah.
“Ini adalah sedekah laut yang kami gelar setiap tahun,” ujar Ketua Kelompok Nelayan Pantai Baron Mina Samudra, Margono kepada
Harianjogja.com di sela-sela acara, Kamis (2/10/2014).
Untuk menyukseskan acara tersebut, setiap regu kapal pun rela merogoh kocek. Setiap kapal menyisakan penghasilan sebesar
Rp250.000 untuk biaya acara.
“Ada 90 tim kapal yang ikut patungan,” imbuh dia.
Setelah nelayan serta tamu undangan berkumpul, kenduri pun dimulai. Setiap peserta tampak serius mengikuti prosesi tersebut.
Dengan mantap mereka mengamini setiap doa yang dipanjatkan. Kenduri diarak sembilan gunungan ke tepian pantai. Setelah sesepuh membacakan doa, prosesi tabur bunga dilakukan. Kesembilan gunungan kemudian dinaikkan ke sembilan kapal.
Sembilan gunungan dibawa ke tengah samudera untuk dilarung. Gunungan sengaja dirusak sebagai bukti kesungguhan persembahan.
Ketika melarung gunungan, warga maupun wisatawan ada yang diperbolehkan ikut serta. Salah satunya Tedy dari Karangmojo. Ia
baru sekali itu mengikuti larungan di tengah samudera. Larungan di samudera ia anggap sebagai sebuah kebudayaan yang patut
dilestarikan.
“Menakjubkan,” ucapnya setelah turun dari Kapal Search And Rescue (SAR) Satlinmas Wilayah II Gunungkidul.
Pengalaman itu jauh lebih menyenangkan dibandingkan ketakutan menaiki kapal untuk pertama kali. Kelestarian budaya itu mampu
menghapus kekhawatiran akan tercebur ke laut ketika kapal yang ia tunggangi menerjang ombak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daftar harga BBM terbaru 23 Juli 2026 di Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo. Dexlite, Pertamina Dex, serta Pertamax Turbo turun.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta biaya resmi.
Amazon untuk pertama kalinya menembus kapitalisasi pasar US$3 triliun setelah sahamnya melonjak berkat kinerja AWS dan optimisme bisnis AI.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 4 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Satpol PP Sleman menggelar 179 pembinaan kamling di 14 kapanewon selama Semester I 2026 untuk memperkuat deteksi dini gangguan ketertiban dan keamanan lingkunga