Libur MBG Picu Harga Telur dan Ayam di Gunungkidul Turun
Harga telur, ayam potong, cabai, dan sejumlah kebutuhan pokok di Gunungkidul turun selama program MBG libur. Pedagang menyebut permintaan pasar ikut berkurang.
Ilustrasi penyaluran air bersih. (Burhan Aris N./JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Krisis air bersih membuat warga Dusun Sriten, Desa Pilangrejo, Kecamatan Ngilpar, membuat sumur bor secara swadaya.
Sayangnya, warga belum bisa menikmati aliran air secara maksimal. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan sarana pendukung.
Kepala Dusun Sriten Warno mengatakan, lokasi yang dipilih untuk pengeboran terletak di perbatasan antara Dusun Sriten dan Dusun Ngangkruk, Desa Pilangrejo. Pengeboran dilakukan dalam berberapa hari. Ternyata, jerih payah warga membuahkan hasil. Sebab, dari sumur itu telah menghasilkan air yang sangat jernih.
“Kualitas air bagus dengan debit yang cukup banyak,” kata Warno, Senin (6/10/2014).
Dia menjelaskan lokasi pegeboran dipilih di wilayah perbatasan. Sebab, di kedua dusun memiliki masalah yang sama, yakni saat musim kemarau warga kesulitan mendapatkan air.
“Kami memiliki masalah yang sama. Jadi, lokasi yang dipilih di wilayah perbatasan, sehingga warga di kedua dusun dapat menikmati hasil dari sumur tersebut,” ungkap dia.
Meski demikian, lanjut Warno, air yang dihasilkan belum dimanfaatkan warga dengan maksimal. Hal itu disebabkan, sarana dan prasarana pendukung yang kurang memadai.
“Secara fisik memang sudah jadi. Tapi, kami masih butuh alat pemompa, saluran pipanisasi dan bak penampungan. Andaikan peralatan tersebut ada, maka krisis air bisa dikurangi,” kata dia lagi.
Dia mengakui hingga saat ini bantuan pemerintah masih minim. Menurut dia, salah satu faktor wilayah kekurangan dropping air dikarenakan akses jalan yang kurang memadai. Padahal, di dua dusun terdapat sekitar 3.000 warga yang kesulitan air.
Sebelumnya, Warga Dusun Ngangkruk harus menempuh medan berbahaya untuk mendapatkan air bersih. Tak jarang, demi memenuhi kebutuhan air warga menggunakan air sungai.
Salah seorang warga, Manto Wiyono mengakui saat ini tempat tinggalnya mulai kesulitan air bersih. Sumur-sumur warga tak lagi bisa diandalkan. Guna mencukupi kebutuhan air, banyak warga yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
“Terpaksa kami menggunakan air sungai. Tapi, itu hanya untuk aktivitas mandi dan mencuci,” katanya.
Untuk pemenuhan air bersih, warga Ngankruk terbagi dalam dua lokasi. Untuk Ngangkruk bawah, biasanya warga mengambil air bersih dari Dusun Sriten. Sementara untuk warga Ngangkruk atas mengambil air di wilayah Nglinduk (masuk wilayah Kecamatan Ngawen).
“Kami terpaksa, karena saat ini air bersih susah untuk didapatkan. Untuk pengambilan air di Nglinduk, warga harus berjalan kaki melewati bibir jurang,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga telur, ayam potong, cabai, dan sejumlah kebutuhan pokok di Gunungkidul turun selama program MBG libur. Pedagang menyebut permintaan pasar ikut berkurang.
Jayden Adams meninggal dunia pada usia 25 tahun. Berikut profil, perjalanan karier, dan prestasi gelandang timnas Afrika Selatan itu.
Prediksi Argentina vs Swiss di perempat final Piala Dunia 2026. Lionel Messi menjadi andalan La Albiceleste menghadapi Swiss yang disiplin.
Putra Tri Ramadani lolos ke semifinal lead World Climbing Chamonix 2026. Indonesia juga meloloskan lima atlet speed ke babak 16 besar.
PSS Sleman resmi berpisah dengan kiper Muhammad Fahri. Manajemen mengapresiasi dedikasi dan profesionalismenya selama membela Super Elja.
KPU Kulonprogo menandatangani MoU lima tahun dengan Pemkab untuk memperkuat sinergi penyelenggaraan Pemilu sejak masa non tahapan