Harianjogja.com, JOGJA-Terkait pemasangan Area Traffic Control System (ATCS), pada 2014, Dishub telah melakukan proses lelang pengadaan di tiga simpang senilai Rp760 juta. Rencana ATCS akan dipasang di Pojok Beteng Kulon, Pojok Beteng Wetan dan perempatan Mirota Kampus.
Saat ini, di sepanjang titik jalan Kota Jogja telah tersebar 12 ATCS. Rinciannya, di simpang empat Badran, simpang empat Wirobrajan, simpang empat Titik Nol Kilometer, simpang empat Gondomanan, simpang empat Serangan, simpang empat RS PKU Muhammadiyah, simpang tiga bekas bioskop Permata, simpang tiga Sentul, simpang empat pabrik SGM, simpang empat Demangan, simpang empat Mall Galeria, dan simpang Gramedia.
Namun dari 12 ATCS itu, sembilan milik Dishub Kota Jogja, tiga ATCS program pengadaan Dishub Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan tambahan tiga ATCS lagi, pada 2014 Dishub kota Jogja akan memiliki 15 ATCS. Namun, dengan ditambahkannya lagi dua ATCS dari Dishub DIY di Jembatan Kleringan dan Melia Purosani, di Kota Jogja total akan ada 17 ATCS terhitung hingga akhir tahun.
ATCS tersebut dikontrol fungsinya melalui jarak jauh, dari sebuah ruangan bernama CC room di Kantor Dishub Kota Jogja. Dari sana, fase lampu APILL bisa diatur sedemikian rupa. Saat ini, ATCS masih dikontrol manual sesuai kebutuhan, oleh petugas Dishub. Yang sudah adaptif baru di simpang empat Jetis dan simpang Pingit. Ke depan, ATCS akan lebih banyak dipasang yang bersifat adaptif, bisa mendeteksi otomatis kondisi lalu lintas. Sehingga pengaturan tak lagi harus selalu dilakukan manual melalui petugas di CC room.
“Ini sebuah grand design dari Dishub. Disebut Intelegent Transport System [ITS], selain adaptif untuk ruas tersebut, APILL di jalur berikutnya akan responsif menyesuaikan APILL yang sebelumnya terjadi perubahan otomatis,” terang Eka Arnawati, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Dishub kota Jogja.
ITS merupakan inovasi pengembangan dari pengaturan yang ada, supaya lebih terintegrasi dan terpadu. Nantinya VMS (Variable Messagge Sign) yang telah terpasang di ruas jalan Kota Jogja, tak hanya memberi tahu pengguna jalan mengenai kondisi lalu lintas di berbagai lokasi tertentu, melainkan akan memberikan informasi yang real time. Dan supaya pengendara dapat menyesuaikan kondisi arus yang akan dilewati, akan ada pula informasi manajemen informasi kecepatan pengendara, manajemen informasi perparkiran, manajemen informasi pengaturan dan volume lalu lintas, dan manajemen deteksi prioritas pada angkutan umum (bus priority).
“Pada simpang tertentu, sedang lampu merah. Kemudian ada angkutan umum yang berhenti di sana, maka lampu akan otomatis menyala hijau untuk memprioritaskan bus lepas dari simpang tersebut,” urainya lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: