Ribuan Hektare Lahan di Kulonprogo Disediakan untuk Kawasan Industri

Kamis, 16 Oktober 2014 23:20 WIB
Ribuan Hektare Lahan di Kulonprogo Disediakan untuk Kawasan Industri

Espos/Suharsih HUTAN LINDUNG-- Pengendara motor melintas di kawasan Alas Kethu, Wonokarto, Wonogiri, Jumat (5/11). Bupati Wonogiri, H Danar Rahmanto telah menyatakan mempertahankan kawasan itu sebagai hutan lindung dan tidak akan menjadikannya kawasan industri. SOLOPOS 08 NOV 2010 HAL III WONOGIRI

Harianjogja.com, KULONPROGO–Luas lahan peruntukan kawasan industri yang direncanakan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kulonprogo mencapai 4.796 hektare.

Sebagian besar lahan yang berada di wilayah Kecamatan Sentolo dan Kecamatan Lendah yang dipergunakan yakni lahan pekarangan.

Kasubsi Landreform dan Konsolidasi Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulonprogo Munadi mengatakan, lahan peruntukan kawasan industri sebagian besar merupakan lahan marginal dan pertanian lahan kering. Terutama dua desa di Kecamatan Sentolo, yaitu Desa Salamrejo dan Desa Tuksono.

“Kawasan tersebut memang kawasan yang tandus, kalau ada lahan sawah yang terkena itu juga kemungkinan hanya sedikit dan di luar kawasan peruntukan industri,” ungkap Munadi, Rabu (15/10/2014).

Kasi Pengaturan dan Penataan Pertanahan BPN Kulonprogo Amaliawan Basuki menambahkan, alih fungsi lahan pertanian di kawasan tersebut sebagian besar dipergunakan sebagai pemukiman atau tempat usaha.

Menurut data yang ditulis BPN Kulonprogo penggunaan lahan di Kecamatan Sentolo dan Kecamatan Lendah pada 2012 mencapai 39,23 hektare.

Penggunaan terbesar adalah lahan pekarangan yang digunakan sebagai pabrik jamur merang dengan luas lahan mencapai 35 hektare. Sedangkan perubahan penggunaan lahan pada 2013 mencapai 5,63 hektare.

Angka tersebut meliputi alih fungsi lahan pertanian mencapai 2,1 hektare dan 2,77 hektare lahan pekarangan untuk industri.

“Ada peningkatan perubahan penggunaan lahan, sampai Oktober 2014 sudah ada 7,58 hektare. Di mana 7,26 hektare adalah lahan pekarangan untuk tiga industri besar di kawasan tersebut,” papar Amaliawan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online