Erick Thohir Siapkan Jalan Keluar untuk Mandala Krida yang Terhambat
Erick Thohir siap menjembatani Pemda DIY dan KPK untuk mencari solusi pembenahan Stadion Mandala Krida. Kelanjutan pembangunan fasilitas stadion.
Komisi C DPRD DIY saat maninjau Geosite Lava Bantal di Berbah, Sleman, pada Kamis (9/7/2026). Ist/ Dok. DPRD DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi C DPRD DIY mendesak percepatan perbaikan akses jalan menuju Geosite Lava Bantal di Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman. Kondisi jalan kabupaten sepanjang kurang lebih satu kilometer dinilai menjadi kendala utama pengembangan wisata, terutama bagi bus yang kesulitan menjangkau lokasi.
Permasalahan tersebut mengemuka saat Komisi C DPRD DIY melakukan peninjauan langsung ke kawasan Lava Bantal pada Kamis (9/7/2026). Dalam kunjungan itu, rombongan tidak hanya melihat kondisi fisik lapangan, tetapi juga menyerap aspirasi pengelola terkait kebutuhan infrastruktur yang mendesak.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Raden Inoki, menyebut akses jalan menjadi prioritas utama yang harus segera dibenahi. Menurutnya, perbaikan ruas jalan tersebut perlu dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Sleman karena statusnya merupakan jalan kabupaten.
“Pengelola menyampaikan bahwa akses jalan menjadi kebutuhan paling mendesak. Kami akan berkoordinasi dengan Bupati Sleman agar perbaikan jalan sepanjang sekitar satu kilometer ini bisa segera direalisasikan, sehingga bus wisata dapat masuk dengan lancar,” ujarnya.
Ia menegaskan, peningkatan infrastruktur harus berjalan seiring dengan upaya menjaga karakter kawasan sebagai geosite. Lava Bantal tidak hanya diposisikan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan konservasi dan edukasi geologi.
“Pengembangan harus berkelanjutan. Infrastruktur penting, tetapi nilai edukasi dan keaslian alam tetap harus dijaga,” tambahnya.
Hal senada disampaikan anggota Komisi C DPRD DIY lainnya, Lilik Syaiful Ahmad. Ia menilai Lava Bantal sebagai salah satu dari 15 titik geopark di DIY memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih optimal.
Menurutnya, dukungan pemerintah selama ini sudah cukup baik, namun perlu diimbangi dengan inovasi dari pengelola serta keterlibatan masyarakat lokal.
“Potensi Lava Bantal besar. Tinggal bagaimana pengelola dan masyarakat menghadirkan inovasi agar destinasi ini semakin dikenal luas oleh wisatawan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian, Infrastruktur, dan Kesejahteraan Rakyat (PIWP2) Setda DIY, Agnes Dhiany Indria Sari, menegaskan bahwa pengembangan Lava Bantal merupakan bagian dari penguatan Geopark DIY. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keseimbangan antara konservasi, edukasi, dan manfaat ekonomi.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pengelola, kalurahan, masyarakat, serta pelaku industri pariwisata menjadi kunci agar pengembangan kawasan berjalan berkelanjutan tanpa mengurangi nilai geologi yang dimiliki.
Dengan perbaikan akses yang memadai, Lava Bantal diharapkan tidak hanya semakin mudah dijangkau wisatawan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Erick Thohir siap menjembatani Pemda DIY dan KPK untuk mencari solusi pembenahan Stadion Mandala Krida. Kelanjutan pembangunan fasilitas stadion.
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Polda Metro Jaya masih menelusuri kepemilikan aset dalam kasus korupsi dan TPPU. Penggeledahan dilakukan di 13 lokasi di Jakarta hingga Bogor.
DPRD DIY mendesak perbaikan akses jalan menuju Geosite Lava Bantal Sleman. Jalan rusak sepanjang 1 km menghambat bus wisata masuk lokasi.
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.