Bioskop Rakyat Rp10.000 Diusulkan Hadir hingga Kelurahan di DIY
DPRD DIY mengusulkan Bioskop Rakyat Rp10.000 diperluas hingga kemantren, kapanewon dan kelurahan untuk pemerataan akses film.
Komisi C DPRD DIY saat maninjau Geosite Lava Bantal di Berbah, Sleman, pada Kamis (9/7/2026). Ist/ Dok. DPRD DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi C DPRD DIY mendesak percepatan perbaikan akses jalan menuju Geosite Lava Bantal di Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman. Kondisi jalan kabupaten sepanjang kurang lebih satu kilometer dinilai menjadi kendala utama pengembangan wisata, terutama bagi bus yang kesulitan menjangkau lokasi.
Permasalahan tersebut mengemuka saat Komisi C DPRD DIY melakukan peninjauan langsung ke kawasan Lava Bantal pada Kamis (9/7/2026). Dalam kunjungan itu, rombongan tidak hanya melihat kondisi fisik lapangan, tetapi juga menyerap aspirasi pengelola terkait kebutuhan infrastruktur yang mendesak.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Raden Inoki, menyebut akses jalan menjadi prioritas utama yang harus segera dibenahi. Menurutnya, perbaikan ruas jalan tersebut perlu dikoordinasikan dengan Pemerintah Kabupaten Sleman karena statusnya merupakan jalan kabupaten.
“Pengelola menyampaikan bahwa akses jalan menjadi kebutuhan paling mendesak. Kami akan berkoordinasi dengan Bupati Sleman agar perbaikan jalan sepanjang sekitar satu kilometer ini bisa segera direalisasikan, sehingga bus wisata dapat masuk dengan lancar,” ujarnya.
Ia menegaskan, peningkatan infrastruktur harus berjalan seiring dengan upaya menjaga karakter kawasan sebagai geosite. Lava Bantal tidak hanya diposisikan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan konservasi dan edukasi geologi.
“Pengembangan harus berkelanjutan. Infrastruktur penting, tetapi nilai edukasi dan keaslian alam tetap harus dijaga,” tambahnya.
Hal senada disampaikan anggota Komisi C DPRD DIY lainnya, Lilik Syaiful Ahmad. Ia menilai Lava Bantal sebagai salah satu dari 15 titik geopark di DIY memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih optimal.
Menurutnya, dukungan pemerintah selama ini sudah cukup baik, namun perlu diimbangi dengan inovasi dari pengelola serta keterlibatan masyarakat lokal.
“Potensi Lava Bantal besar. Tinggal bagaimana pengelola dan masyarakat menghadirkan inovasi agar destinasi ini semakin dikenal luas oleh wisatawan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian, Infrastruktur, dan Kesejahteraan Rakyat (PIWP2) Setda DIY, Agnes Dhiany Indria Sari, menegaskan bahwa pengembangan Lava Bantal merupakan bagian dari penguatan Geopark DIY. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keseimbangan antara konservasi, edukasi, dan manfaat ekonomi.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pengelola, kalurahan, masyarakat, serta pelaku industri pariwisata menjadi kunci agar pengembangan kawasan berjalan berkelanjutan tanpa mengurangi nilai geologi yang dimiliki.
Dengan perbaikan akses yang memadai, Lava Bantal diharapkan tidak hanya semakin mudah dijangkau wisatawan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mengusulkan Bioskop Rakyat Rp10.000 diperluas hingga kemantren, kapanewon dan kelurahan untuk pemerataan akses film.
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman pada Sabtu 10 Oktober 2026. Tarif normal Rp80.000 per penumpang.
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu, 10 Oktober 2026. Tersedia 10 perjalanan dengan keberangkatan dari kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu, 10 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu, 10 Oktober 2026, dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu. Simak waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 10 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.