DPO Baru Muncul dalam Kasus Pembacokan di Depan SMAN 3 Jogja

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Rabu, 08 Juli 2026 01:27 WIB
DPO Baru Muncul dalam Kasus Pembacokan di Depan SMAN 3 Jogja

Ilustrasi pembacokan./JIBI

Harianjogja.com, JOGJA—Penyidikan kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja, di Kotabaru, Kota Jogja, kembali berkembang. Polisi kini memburu seorang pria berinisial Topik alias Taufik yang diduga membantu pelarian para tersangka ke Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Penambahan satu nama dalam daftar pencarian orang (DPO) tersebut membuat jumlah buronan dalam perkara ini menjadi empat orang. Selain tiga tersangka utama yang masih dicari, polisi menduga Topik memiliki peran penting dalam memfasilitasi pelarian setelah peristiwa pembacokan terjadi.

Keberadaan Topik terungkap setelah penyidik melakukan pengembangan kasus menyusul penangkapan tiga pelaku di Kabupaten Cilacap.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan indikasi adanya pihak lain yang membantu para tersangka meninggalkan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menyediakan kendaraan dan kebutuhan operasional selama perjalanan.

Kanit-3 Satreskrim Polresta Jogja, Ipda Gara Purba, mengatakan bantuan tersebut diduga diberikan dalam bentuk penyewaan mobil serta dukungan biaya perjalanan.

"Dalam proses larinya tersangka ke Cilacap, itu ada pihak-pihak yang membantu seperti yang menyewa mobil dan yang memberikan akomodasi berupa uang ketika mereka berangkat ke Cilacap," ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Hasil pendalaman polisi menunjukkan biaya pelarian tersebut diduga tidak berasal dari para tersangka secara bersama-sama.

Penyidik justru menemukan indikasi bahwa kebutuhan perjalanan menuju Kabupaten Cilacap ditanggung oleh satu orang yang kini masuk dalam daftar pencarian orang.

"Untuk sejauh ini, informasi yang kita dapatkan ada salah satu orang yang mendanai proses seperti menyewa mobil dan operasional ketika perjalanan. Untuk kehidupan tiga orang tersangka yang sudah kita amankan di Cilacap, mereka membawa uang masing-masing yang mereka kira untuk cukup buat mereka masing-masing," katanya.

Polisi mengaku telah mengidentifikasi sosok yang diduga menjadi pendana pelarian tersebut. Namun hingga kini yang bersangkutan belum berhasil diamankan.

Berdasarkan hasil profiling sementara, Topik disebut masih berada dalam lingkungan pergaulan yang sama dengan para tersangka utama.

Selain itu, penyidik menyebut yang bersangkutan tidak memiliki pekerjaan tetap dan masih terus didalami keterkaitannya dalam keseluruhan rangkaian perkara.

"Untuk sejauh ini, tidak ada pekerjaan utama dari pendana. Sejauh ini yang kita lihat lulusan sekolah juga, dan profiling-nya masih dalam lingkup pergaulan yang sama dengan tersangka utama kita," ujar Gara.

Saat ini Polresta Jogja menetapkan empat orang dalam daftar pencarian orang terkait kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.

Mereka terdiri atas Martino alias Tino, Maja, dan Farel sebagai tersangka utama, serta Topik alias Taufik yang diduga berperan membantu pendanaan pelarian.

"Untuk total DPO kita saat ini ada tiga tersangka utama yang DPO, plus satu orang pendana dari proses pelarian," ucapnya.

Polisi memastikan pengejaran terhadap seluruh DPO masih terus dilakukan. Selain memburu para buronan, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut membantu pelarian para tersangka setelah kejadian pembacokan di depan SMAN 3 Jogja tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online