Rekaman CCTV Asusila PNS Bantul Tak Ditemukan

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Jum'at, 17 Oktober 2014 17:40 WIB
Rekaman CCTV Asusila PNS Bantul Tak Ditemukan

Harianjogja.com, BANTUL- Kantor Pengelolaan Data Telematika Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak menemukan adanya rekaman "closed circuit television" http://www.harianjogja.com/baca/2014/10/16/2-pns-bantul-diduga-terekam-cctv-sedang-berbuat-asusila-544802" target="_blank">perbuatan asusila oknum pegawai negeri sipil setempat seperti yang diisukan.

"Tidak ada perbuatan asusila (dalam rekaman CCTV), hanya aktivitas tamu dan pegawai seperti biasa," kata Kepala Kantor Pengelolaan Data Telematika (PDT) Bantul Sri Budoyo saat dikonfirmasi terkait penelusuran masalah itu, Kamis (16/10/2014).

Seperti diberitakan, di kalangan PNS Pemkab Bantul berhembus isu adanya oknum PNS Kantor Inspektorat melakukan perbuatan asusila dengan salah satu sekretaris pribadi (sekpri) wakil bupati Bantul di salah satu ruangan di komplek Gedung Parasamya Bantul, bahkan terekam CCTV.

Menurut dia, pihaknya mengaku mengetahui isu perbuatan asusila PNS tersebut setelah dimuat di berbagai media massa pada Rabu (14/10/2014) lalu, dan menindaklanjuti persoalan itu, pihaknya kemudian membuka rekaman CCTV yang terpasang di Gedung Parasamya Bantul.

"Begitu ada kabar itu, kami melakukan pengecekan, dan tidak ada peristiwa yang terekam seperti kabar yang beredar tersebut, CCTV yang terpasang ternyata bisa merekam kejadian selama 10 hari terakhir sebelum otomatis terhapus," katanya.

Ia mengatakan CCTV yang terpasang di Gedung Parasamya untuk memantau dan mengawasi masing-masing ruangan ada lima unit, yakni satu unit di lobi lantai dasar, dua di lobi ruang Bupati dan Wakil Bupati serta dua unit lainnya dipasang di ruang sidang lantai tiga.

Meski begitu, kata dia tidak menutup kemungkinan memang ada pemasangan CCTV tambahan di komplek gedung Parasamya selain lima unit yang dipasang secara resmi leh lembaganya guna mengawasi aktivitas pegawai maupun tamu yang datang.

"Kami tidak tahu apakah rekaman itu berasal dari CCTV yang kami pasang atau dari lainnya, namun kalau yang kami pasang, yang bisa memonitor CCTV ya bupati dan wakil bupati karena ada di sana (masing-masing ruang wakil dan bupati) untuk monitornya," katanya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Bantul Bambang Purwadi mengatakan kabar tidak baik tersebut saat ini juga menjadi kewenangan lembaganya, terlebih pihaknya telah mendapat perintah dari Bupati untuk menelusuri dugaan asusila yang dilakukan oknum PNS setempat.

"Dugaan tetap ada, akan tetapi masih rahasia belum bisa kami sampaikan, karena yang dikonfirmasi bukan hanya orang, tapi juga alat, jadi siapa pelakunya belum bisa kami sebutkan, meski hanya inisial," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis