Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Harianjogja.com, JOGJA-Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) DIY menyita ribuat obat tradisional mengandung bahan berbahaya.
Setidaknya selama Januari-Oktober 2014 Obat Tradisional Tanpa Ijin Edar (TIE) yang disita BPOM sebanyak 291 jenis/2.909 packs dan Obat Tradisional mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) sebanyak 71 jenis/170.582 packs dengan nilai ekonomis Rp84.101.000.
"Yang terbaru dan paling banyak kami sita itu obat dalam bentuk jamu tradisional totalnya dua truk," kata Kepala BPOM DIY Abdur Rahim disela-sela pertemuan jejaring komunikasi massa antara BPOM DIY dan Media Massa di Hotel Arjuna, Jalan Mangkubumi, Rabu (22/10/2014).
Jamu tradisional itu, menurut Abdur Rahim, sangat membahayaan bagi masyarakat karena terdapat bahan kimia tanpa dosis. Selain itu, seharusnya jamu tradisional tidak menggunakan bahan kimia.
Selain penyitaan, BPOM DIY juga telah melakukan upaya pro yustisia atau penindakan hukum dibidang obat dan makanan selama Januari-Oktober tahun ini sebanyak 9 kasus.
Kasus pelanggaran hukum diakui Abdur Rahim disebabkan karena kurang pedulinya pelaku usaha terhadap kualitas produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat serta ketaatan pada peraturan perundang-undangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Prabowo memerintahkan bantuan beras untuk 33,2 juta keluarga desil 1-4 dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember 2026.
BMKG mengingatkan nelayan dan operator kapal mewaspadai gelombang hingga 4 meter pada 8-11 September 2026.
BNPB telah memverifikasi 51.591 rumah terdampak gempa M7,7 Flores. Sebanyak 2.382 rumah tercatat rusak berat.
Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe melaju ke perempat final US Open 2026 setelah menang tiga set atas Bondar/Kalinina.
Sebanyak 3.283 warga Surabaya mengeluhkan desil DTSEN. Pemutakhiran data menjadi kunci agar bantuan pemerintah tepat sasaran.