11 Jalan di Boyolali Masuk Zona Rawan Kecelakaan, Ini Daftarnya
Dishub Boyolali identifikasi 11 ruas jalan rawan kecelakaan. Empat ruas jadi prioritas dalam RAK LLAJ 2026–2031.
Harianjogja.com, JOGJA - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O. Blake, Jr. bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X di Bangsal Srimanganti Rabu (22/10/2014) malam.
Pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah pengusaha dari kedua pihak itu membahas seputar peluang investasi.
Robert O. Blake, Jr. mengatakan banyak perusahaan AS yang tertarik berinvestasi di DIY. Hal itu disebabkan karena ketrampilan dan kemampuan yang kuat oleh para pelaku bisnis di Jogja.
Selain itu keberadaan universitas dan stabilitas politik menjadi nilai plus bagi para investor AS untuk menanamkan investasinya
"Sepertinya akan ada perusahaan AS yang tertarik [menanamkan investasinya] di sini [Jogja].
Kita akan melakukan pertemuan antar perusahaan [AS dan perusahaan lokal Jogja] untuk menentukan langkah konkret," ungkapnya kepada wartawan seusai pertemuan semalam.
Ditanya soal pertemuan tersebut lantaran adanya kepemimpinan baru di Indonesia Robert O. Blake enggan berkomentar. Tetapi, ia mengatakan sudah menggelar pertemuan dengan sejumlah pengusaha di Bandung, Balikpapan dan Jogja semalam adalah kali ketiga.
"Dan kami datang atas permintaan pengusaha kami [perusahaan AS] di sini, karena mereka melihat ada peluang banyak di sini [Jogja]," ucapnya.
Terkait bentuk bidang atau sektor investasi, Blake tidak bisa memperinci secara detail. Karena tidak bisa meramalkan keinginan investasi perusahaan.
Akantetapi ia mencontohkan, sejumlah perusahaan AS yang sudah berjalan di Indonesia dan salahsatunya di Jogja adalah bergerak di bidan energi. Ke depan akan dikembangkan lagi di bidang keamanan network dan cyber serta pendidikan.
"Kita akan melihat banyak peluang bidang pabrik perusahaan ritel terbesar di AS juga menjual mebel dan kerajinan tangan dari Jogja. Peluangnya sangat besar," kata dia.
Gubernur DIY, Hamengkubuwono X menjelaskan pihaknya membuka peluang investasi selebar-lebarnya bagi investor dari Amerika Serikat. Karena itu pihaknya berharap pertemuan di Bangsal Sri Manganti semalam bisa ditindaklanjuti kedua belah pihak baik dari DIY maupun Amerika Serikat.
"Harapan saya, karena ini pertemuan pertama. Nanti akan menunjukkan ada satu orang dari Jogja dan AS yang diserahi tanggungjawab yang bisa komunikasi terus. Bisa saja bentuk join komite. Tida hanya beliau yang hadir saat ini tapi perusahaan AS yang lain juga, jadi lebih efisien. Besok ada presentasi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Boyolali identifikasi 11 ruas jalan rawan kecelakaan. Empat ruas jadi prioritas dalam RAK LLAJ 2026–2031.
Polri menetapkan Febrie Adriansyah sebagai tersangka dugaan korupsi dan TPPU terkait kasus PLN, PT Asabri, serta Krakatau Steel.
KPK menyatakan dapat mengambil alih kasus dugaan korupsi batu bara jika penanganannya mandek sesuai ketentuan dalam UU KPK.
KPK menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan dua pejabat sebagai tersangka dugaan pemerasan. Nilai setoran upah pungut mencapai Rp2,93 miliar.
Kasus kusta masih ditemukan di Indonesia. Kenali 5 gejala, cara penularan, pengobatan MDT, serta upaya pencegahan sejak dini.
Profil Febrie Adriansyah, mulai biodata, riwayat jabatan di Kejaksaan Agung hingga harta kekayaan Rp18,26 miliar berdasarkan LHKPN.