Harian Jogja Raih Media Brand Awards 2026 Kategori Media Lokal Terbaik
Harian Jogja meraih Media Brand Awards 2026 kategori Media Lokal Terbaik dari SPS, mempertegas komitmen menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Slamet menunjukkan ikan patin bule seberat lima kilogram hasil budidayanya di kolam Ledokperi, Dusun Tanjungtirto, Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, Selasa (28/10/2014). (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Harianjogja.com, SLEMAN-Slamet, 45, warga Dusun Kaliajir Lor, Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, sukses dengan belasan kolam
ikan miliknya. Salah satu jenis ikan yang dipelihara yakni ikan patin bule. Bagaimana pemeliharaannya?
Ditemui Harianjogja.com, Selasa (28/10/2014) sekitar pukul 08.00 WIB, pria bernama lengkap Slamet Supriyono itu tengah sibuk
menambah air kolam, mengambil sampah daun dari dalam kolam di Dusun Tanjungtirto, Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah. Ia berjalan
dari satu kolam ke lain miliknya yang cukup luas. Kawasan kolam yang diberi nama Ledokperi dengan luas sekitar lima hektare yang
terdiri 150 kolam itu berdiri sejak tahun 2000. Tanah itu merupakan tanah kas desa yang kemudian dikelola kelompok tani ikan. Selain
melayani ikan konsumsi, kolam itu juga untuk pembibitan berbagai jenis ikan.
Berbekal pengalamannya beternak ikan, dia mencoba memelihara jenis ikan berbeda dengan petani lain. Salah satunya, dia memiliki
kolam ikan patin bule atau patin berwarna putih. Untuk membuktikan, Slamet masuk ke dalam kolam dan menangkap seekor ikan patin
bule berumur sekitar lima tahun berbobot lima kilogram.
Menurut dia, patin bule lebih diidentikkan dengan ikan hias. Namun jika dipelihara secara outdoor, maka dagingnya akan lebih halus. Adanya bintik merah di sekitar ekor patin bule disebabkan karena kolam bersifat terbuka sehingga sinar matahari mudah masuk mengenai tubuh ikan.
Slamet membanderol Patin Bule itu dengan harga yang lumayan fantastis, yakni sekitar Rp500.000 per ekornya. Jika jatuh ke tangan kolektor, harganya bisa melambung hingga jutaan rupiah. Tapi dengan Rp500.000 bagi dia sudah untung. Slamet mengaku pilihan memelihara ikan langka seperti patin bule bukan tanpa alasan. Awalnya, dia melihat pasar ikan hias yang minim pasokan ikan langka seperti patin bule. Sejak 2006, Slamet kemudian membuat kolam khusus untuk patin bule yang kemudian diikuti dengan lele bule atau lele berwarna putih.
Pria dua anak ini mengakui sulitnya memelihara patin bule. Persemaian benih biasanya hanya dapat berhasil 50% dari bibit yang disemaikan. Meski dia mahir dan punya banyak trik memijahkan berbagai jenis ikan secara alami, untuk patin bule, Slamet mengaku merasa kesulitan. Sebagai solusi, dia terpaksa memijahkan patin bule melalui proses kawin suntik.
Berkat ketekunannya menggeluti budidaya ikan, Slamet mengaku bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, termasuk menyekolahkan kedua anaknya hingga di bangku kuliah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harian Jogja meraih Media Brand Awards 2026 kategori Media Lokal Terbaik dari SPS, mempertegas komitmen menghadirkan jurnalisme berkualitas.
BMKG memprakirakan cuaca DIY cerah pada Rabu 5 Agustus 2026. Simak prakiraan suhu dan kelembapan di Kota Jogja hingga Gunungkidul.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Prabowo dan PM Thailand Anutin menyepakati Roadmap Kemitraan Strategis 2026–2030 serta memperkuat kerja sama di berbagai sektor.
KPK menggeledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan terkait dugaan pemerasan izin tinggal WNA. Delapan tersangka telah ditetapkan.
Posyandu Matahari di Sleman disiapkan menjadi model layanan kesehatan ibu dan anak melalui kolaborasi Pemkab Sleman, BRI, dan Rabu Biru Foundation.