JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto
Kelompok kesenian sanggar Kembang Sakura berkostum punokawan dalam Kirab Pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 26 di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Rabu (20/08/2014). Festival Kesenian Yogyakarta tahun ini tidak hanya digelar di Plasa Pasar Ngasem Yogyakarta namun juga di 4 kabupaten lainya.
Harianjogja.com, JOGJA-http://www.harianjogja.com/baca/2014/10/29/jogja-never-ending-asia-belum-diluncurkan-brand-diy-sudah-dikritik-548182">Pakar pemasaran Hermawan Kertajaya ditunjuk sebagai tenaga ahli rebranding Jogja. Dalam kesempatan ini Hermawan menggabungkan sejumlah filosofi.
Menurut dia, logo Jogja didesain sebagai bentuk pencampuran filosofi sabdatama dan Jogja's Renaissance. Sabdatama merupakan representasi dari Keistimewaan Jogja yang tetap menjadi bagian dari Indonesia.
Sementara itu, Jogja's Renaissance menggambarkan langkah Jogja menuju peradaban baru di bidang pendidikan, pariwisata, teknologi, pangan, energi, ekonomi, kesehatan, keterlindungan warga, tata ruang dan lingkungan.
Dia juga menyampaikan pergantian slogan dari Jogja Never Ending Asia menjadi New Harmony.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: