PENANGANAN EBOLA : Sardjito Belum Bentuk Tim Khusus

Selasa, 04 November 2014 13:40 WIB
PENANGANAN EBOLA : Sardjito Belum Bentuk Tim Khusus

Petugas memeriksa mahasiswa dan dosen yang terindikasi terinfeksi virus Ebola dengan kamera termal pada simulasi penanganan penyakit menular berbahaya itu di Kampus Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa (28/10/2014). Simulasi yang dimotori Fakultas Fisika UGM yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) itu dilakukan untuk menyusun standard operating procedure (SOP) penanggulanan dan penanganan terhadap penul

Harianjogja.com, JOGJA—Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.Sardjito belum membentuk tim khusus yang spesifik menangani penyakit ebola. Namun, rumah sakit ini tetap siap menangani apabila sewaktu-waktu ada pasien yang terindikasi menderita ebola.

Kepala Bidang Hukum dan Humas RSUP Dr.Sardjito Trisno Heru Nugroho mengatakan rumah sakit masih mengandalkan tim penanganan penyakit Middle East Respiratory Syndrome (Mers-Cov) untuk kasus penanganan ebola.

“Pada dasarnya kan sama, antara Mers-Cov dengan ebola sama-sama disebabkan virus. Kami [Sardjito] belum terburu-buru membentuk tim baru. Masih bertumpu pada tim Mers-Cov,” ujarnya kepada Harianjogja.com, Senin (3/11/2014).

Heru menjelaskan standar operasional prosedur penanganan pasien ebola pun hampir sama dengan yang terinfeksi virus Mers-Cov. Sardjito sudah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien yang terindikasi terserang ebola.

Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada bersama Core Orari DIY dan PMI DIY sebelumnya sudah mempersiapkan penyusunan prosedur standar penanganan dan mitigasi ebola. Rencananya hasil penyusunan SOP akan diserahkan kepada Pemerintah DIY. Pekan lalu FT UGM juga membuat stimulasi penanganan terhadap pasien yang terserang ebola.

Guru Besar FT UGM Sunarno menegaskan setiap departemen di pemerintahan diharapkan segera menyusun SOP masing-masing mewaspadai ancaman ebola. SOP menyangkut deteksi, identifikasi, evakuasi dan isolasi supect,penanganan pasien bahkan penanganan jenazah. Selain itu juga penanganan peralatan medis dan peralatan lainnya yang bersentuhan langsung dengan pasien.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online