GUNUNG MERAPI : Warga Miskin Terdampak Erupsi Merapi Butuh Pemulihan

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Kamis, 06 November 2014 23:20 WIB
GUNUNG MERAPI : Warga Miskin Terdampak Erupsi Merapi Butuh Pemulihan

Dua warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah keluar dari rumah mereka setelah terjadi embusan asap pascaletupan Gunung Merapi, Minggu (20/4/2014) pagi. Mereka tak tampak panik dengan "batuknya" Hubung Merapi itu, namun mereka tetap siap mengamankan diri ke lokasi yang lebih aman jika terjadi letupan susulan. (JIBI/Solopos/Istimewa)

Harianjogja.com, SLEMAN- Warga korban erupsi Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memerlukan program pemulihan ekonomi berbasis komunitas untuk melanjutkan kelangsungan hidup mereka

"Salah satu sektor yang mungkin untuk dimunculkan adalah pemberdayaan pedagang dan petani, yang dikonotasikan sebagai orang miskin," kata Sekretaris Daerah DIY Ichsanuri, dalam sambutan yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda DIY Sulistyo, Rabu (5/11/2014).

Pada lokakarya "Pemulihan Ekonomi Pascabencana Erupsi Gunung Merapi 2010", ia mengatakan pemberdayaan dilakukan dengan memberikan bantuan modal serta sarana dan parsarana yang mereka butuhkan.

Menurut dia, tidak bisa dipungkiri jika bencana terjadi, yang paling besar terkena dampaknya adalah mereka yang dikategorikan sebagai masyarakat miskin.

"Artinya, dampak bencana adalah ancaman kemiskinan, karena masyarakat ekonomi lemah akan semakin tidak berdaya," kata Ichsanuri.

Ia mengatakan pentahapan penanggulangan bencana semestinya tidak ditempatkan sebagai tujuan, melainkan cara untuk mencapai efisiensi dan efektivitas penanggulangan bencana secara keseluruhan.

"Dalam konteks itu sinkronisasi dan koordinasi semestinya merupakan kata kunci penanggulangan bencana yang harus dilaksanakan oleh berbagai pihak," katanya.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Djhoni Arifin mengatakan lokakarya itu diikuti 45 orang dari dunia usaha, tokoh masyarakat, dan perguruan tinggi.

Menurut dia, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh dampak bencana erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada 2010 atau empat tahun yang lalu.

"Selain merusakkan berbagai sendi kehidupan, bencana itu sampai saat ini juga masih meninggalkan berbagai permasalahan di berbagai sektor kehidupan," katanya.

Ia mengatakan salah satunya adalah sektor ekonomi yang sampai saat ini masih dirasakan, terutama ekonomi yang ditanggung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) .

"Oleh karena itu, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk lebih membangkitkan sektor UMKM korban erupsi Merapi agar bisa hidup layak sebagaimana mestinya," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis