POLUSI UDARA JOGJA : Saya Sehat-sehat Saja, Mungkin Sudah Biasa

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Selasa, 09 Desember 2014 01:40 WIB
POLUSI UDARA JOGJA : Saya Sehat-sehat Saja, Mungkin Sudah Biasa

Harian Jogja/Desi Suryanto Arus lalu lintas di Jalan Malioboro, Jogja padat merayap seperti terlihat pada Selasa (6/8). Kepadatan arus lalu lintas disebabkan banyaknya warga yang ingin berbelanja keperluan Lebaran di sejumlah pusat-pusat perbelanjaan.

Harianjogja.com, JOGJA – Berdasarkan pemantauan Pustral UGM dan Badan Lingkungan Hidup Jogja, sejumlah ruas jalan seperti Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Mangkubumi, Jl. Menteri Supeno dan Jl. Malioboro memiliki tingkat emisi tinggi.

Hanya, sejumlah pelaku usaha di sekitar jalan itu mengaku cuek dengan kondisi itu. Padahal emisi berdampak merusak kesehatan dan lingkungan dalam jangka panjang.

Subadi, 52, pemilik usaha tambal ban di Jalan Jenderal Sudirman mengaku tidak tahu menahu soal emisi. Polusi kendaraan yang setiap hari menghiasi jalan sekitar lapaknya dia anggap sudah biasa. "Banyak polusi alhamdulillah saya sehat-sehat saja. Tidak merasakan sakit apa-apa," ucap dia, baru-baru ini.

Pria yang sudah 10 tahun sebagai jasa tambal ban ini berharap pencemaran lingkungan melalui emisi bisa ditindaklanjuti pemerintah.

Hal yang sama diungkapkan Widar Kukuh, 65, kusir andong di Jalan Malioboro. Menurutnya, dari tahun ke tahun memang ia merasakan adanya perubahan udara di sepanjang Jalan Malioboro. Namun dia anggap sudah biasa.

"Mungkin karena sudah biasa menghirup polusi jadi biasa saja," ujar Widar.

Ayah dari empat anak yang sudah menjadi kusir sejak 40 tahun lalu itu mengungkapkan, jauh sebelum banyak kendaraan, kawasan Malioboro terasa sejuk, ditambah banyak pohon perindang sepanjang jalan.

Namun seiring pertumbuhan kendaraan, udara sekitar terasa berbeda. Tidak hanya bau gas yang dikeluarkan dari knalpot kendaraan, akan tetapi bau pesing juga terkadang terasa.

Demikian juga dirasakan Sudiran, 35. Menurutnya, polusi kendaraan sudah menjadi “teman” keseharian dalam tugasnya sebagai juru parkir di depan Mirota Batik Malioboro. "Bau asap knalpot sudah terbiasa bagi saya," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online