Sejarah Gunung Anak Krakatau, Lahir dari Reruntuhan 1883 hingga Kisah Tsunami
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Harianjogja.com, SLEMAN- Kapolres Sleman AKBP Ihsan Amin mengatakan miras yang diedarkan tersangka Gunawan berasal dari alkohol 96%. Miras inilah yang http://www.harianjogja.com/baca/2014/12/17/kasus-miras-sleman-penjual-miras-maut-ditahan-korban-tewas-bertambah-560510" target="_blank">merenggut nyawa tiga warga Jogokerten, Trimulyo, Sleman, yakni Budi, 26, Abdul Wahid, 40, dan Triyadi, 38. Hingga saat ini pihaknya masih memantau dua korban yang dirawat di rumah sakit, yakni Edot dan Agus.
Jika sudah sembuh, keduanya akan dimintai keterangan untuk menambah data guna pengembangan penyelidikan. Kondisi Edot saat ini masih kritis sedangkan Agus dalam proses perjalanan ke Sleman karena sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Cirebon.
“Kami masih memburu peraciknya,” ungkap dia, Rabu (17/12/2014).
Sementara, Gunawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka mengaku peracik oplosan maut yang dia jual adalah ibu angkatnya. Kendati demikian, Gunawan tidak tinggal dengan ibunya. “Ibu saya di Bantul. Saya di Jogokerten [Trimulyo, Sleman],” ungkapnya.
Remaja yang biasa disapa Gombloh ini mengatakan sepengetahuan dia, ibunya meracik miras dengan bahan utama alkohol. Ia tidak tahu secara pasti takaran resepnya.
Tetapi biasanya alkohol itu dicampur dengan air mineral dan sari Vodka sehingga hasilnya berwarna bening.
“Biasanya beli alkohol yang plastiknya agak tebal. Saya tidak tahu pasti meraciknya,” imbuhnya.
Setelah menerima miras oplosan siap edar, Agus menyimpan miras kemasan botol itu di dalam kamar atau dapur tempat ia tinggal.
Gunawan tinggal di Jogokerten, menumpang di rumah Catur, kerabatnya. Sejumlah tokoh masyarakat pernah mengingatkan Gunawan agar tidak berjualan miras tapi tetap nekat.
“Sebenarnya sudah diingatkan oleh masyarakat, tapi dia nekat jualan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Dhanang Bagus Anggoro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejarah Gunung Anak Krakatau bermula dari kehancuran Krakatau 1883, tumbuh hingga 338 mdpl, lalu runtuh akibat longsoran pada tsunami 2018.
Kelok 23 segera diuji coba. DPRD DIY mendorong Bantul dan Gunungkidul menangkap peluang ekonomi dari akses baru JJLS.
Kemenhaj menghapus lunas tunda ganti haji khusus untuk menutup celah jual beli antrean dan memastikan keberangkatan sesuai nomor porsi.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT), mulai dari pemanfaatan energi surya
Van Gastel tak menjadikan kemenangan PSIM atas Persebaya musim lalu sebagai acuan. PSIM kini membidik kemenangan perdana di Super League 2026/2027.
Cek desil bansos 2026 dan ketahui kelompok yang tidak menerima bansos serta cara mengajukan sanggah jika data tidak sesuai.