Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Puluhan warga membersihkan puing-puing reruntuhan batu dari tebing di Dusun Kauman, Desa Dadapayu. Akibat peristiwa itu, akses jalan sempat tersendat beberapa saat. Minggu (21/12/2014). (JIBI/Harian Jogja/BPBD Gunungkidul)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Bongkahan batu besar ambrol dari sebuah tebing di Dusun Kauman RT 03/RW 08, Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Minggu (21/12/2014) pagi. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sempat menutup akses jalan di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Harianjogja.com, kemarin, tidak ada yang tahu persis kapan peristiwa longsor terjadi. Warga tahu-tahu batu besar sudah berada di bahu jalan. Akibatnya, arus kendaraan sempat tersendat, terutama untuk kendaraan roda empat.
Kepala Dusun Kauman Sukito mengatakan, warga sekitar langsung melakukan kerja bakti sesaat setelah melihat kejadian tersebut. Puluhan orang dikerahkan untuk menyingkirkan reruntuhan itu.
“Kalau dibiarkan saja bisa mengganggu kelancaran kendaraan. warga seketika langsung berinisiatif untuk menyingkirkan reruruntuhan itu dari jalan,” kata Sukita kepada wartawan, kemarin.
Menurut dia, akses jalan sempat ditutup beberapa saat. Tujuannya, untuk mempermudah proses pembersihan reruntuhan. Bagi pengendara yang ingin menuju ke wilayah di Kecamatan Tepus dan Rongkop diminta untuk melalui jalur yang lain. Setelah selesai jalur dibuka lagi.
Sukito menambahkan, warga sempat kesulitan untuk memindahkan bongkahan batu itu. Jadi untuk menyingkirkan bongkahan itu dilakukan dengan ramai-ramai. Alhasil, batu harus dipecah menjadi beberapa bagian, sehingga batu itu bisa dipindah.
Sementara itu, Kepala Desa Dadapayu Wahyudi mengaku khawatir meski akses jalan sudah bisa dibuka lagi. Sebab, di sekitar lokasi reruntuhan terdapat dua rumah warga, sehingga saat terjadi longsor susulan bisa membahayakan warga.
“Di atas, banyak batu yang berukuran besar yang bisa mengancam keselamatan warga. Mudah-mudahan tidak ada longsor susulan,” kata Wahyudi.
Dia berharap supaya warga di sekitar lokasi terus waspada, terutama saat hujan turun.
Terpisah, Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sutaryono kembali mengingatkan kepada warga untuk terus waspada. Terlebih lagi, akhir Desember diprediksi merupakan puncak terjadinya hujan.
“Kami terus meminta kepada warga untuk berhati-hati dan waspada. Musibah dapat datang kapan saja, yang bisa dilakukan hanya mengantisipasi supaya kerugiannya bisa diminimalisir,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Cara menyimpan daging kurban agar tahan hingga 3 bulan. Hindari kesalahan umum seperti mencuci sebelum disimpan.
Sapi kurban Presiden Prabowo seberat 930 kg disembelih di Masjid Raya Klaten dengan teknik gesper, proses cepat dan minim stres.
Rupiah tembus Rp17.800 per dolar AS, Menkeu pastikan APBN tetap aman dan pemerintah siapkan langkah penguatan.
Prancis pertimbangkan gugatan hukum terhadap Israel usai insiden kekerasan terhadap aktivis flotilla bantuan Gaza.
Kemendikdasmen kucurkan Rp2 miliar bangun SD Muhammadiyah 2 Sorong yang rawan banjir, perkuat pendidikan di wilayah 3T.