Kebakaran Lahan di Gunungkidul Tewaskan 2 Lansia, Kasus Melonjak
Kebakaran lahan di Gunungkidul melonjak menjadi 28 kasus hingga Agustus 2026. Dua lansia meninggal dan 20,7 hektare lahan terbakar.
Puluhan warga membersihkan puing-puing reruntuhan batu dari tebing di Dusun Kauman, Desa Dadapayu. Akibat peristiwa itu, akses jalan sempat tersendat beberapa saat. Minggu (21/12/2014). (JIBI/Harian Jogja/BPBD Gunungkidul)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Bongkahan batu besar ambrol dari sebuah tebing di Dusun Kauman RT 03/RW 08, Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Minggu (21/12/2014) pagi. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sempat menutup akses jalan di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Harianjogja.com, kemarin, tidak ada yang tahu persis kapan peristiwa longsor terjadi. Warga tahu-tahu batu besar sudah berada di bahu jalan. Akibatnya, arus kendaraan sempat tersendat, terutama untuk kendaraan roda empat.
Kepala Dusun Kauman Sukito mengatakan, warga sekitar langsung melakukan kerja bakti sesaat setelah melihat kejadian tersebut. Puluhan orang dikerahkan untuk menyingkirkan reruntuhan itu.
“Kalau dibiarkan saja bisa mengganggu kelancaran kendaraan. warga seketika langsung berinisiatif untuk menyingkirkan reruruntuhan itu dari jalan,” kata Sukita kepada wartawan, kemarin.
Menurut dia, akses jalan sempat ditutup beberapa saat. Tujuannya, untuk mempermudah proses pembersihan reruntuhan. Bagi pengendara yang ingin menuju ke wilayah di Kecamatan Tepus dan Rongkop diminta untuk melalui jalur yang lain. Setelah selesai jalur dibuka lagi.
Sukito menambahkan, warga sempat kesulitan untuk memindahkan bongkahan batu itu. Jadi untuk menyingkirkan bongkahan itu dilakukan dengan ramai-ramai. Alhasil, batu harus dipecah menjadi beberapa bagian, sehingga batu itu bisa dipindah.
Sementara itu, Kepala Desa Dadapayu Wahyudi mengaku khawatir meski akses jalan sudah bisa dibuka lagi. Sebab, di sekitar lokasi reruntuhan terdapat dua rumah warga, sehingga saat terjadi longsor susulan bisa membahayakan warga.
“Di atas, banyak batu yang berukuran besar yang bisa mengancam keselamatan warga. Mudah-mudahan tidak ada longsor susulan,” kata Wahyudi.
Dia berharap supaya warga di sekitar lokasi terus waspada, terutama saat hujan turun.
Terpisah, Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sutaryono kembali mengingatkan kepada warga untuk terus waspada. Terlebih lagi, akhir Desember diprediksi merupakan puncak terjadinya hujan.
“Kami terus meminta kepada warga untuk berhati-hati dan waspada. Musibah dapat datang kapan saja, yang bisa dilakukan hanya mengantisipasi supaya kerugiannya bisa diminimalisir,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Gunungkidul melonjak menjadi 28 kasus hingga Agustus 2026. Dua lansia meninggal dan 20,7 hektare lahan terbakar.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan evaluasi menyeluruh terhadap Timnas Indonesia usai gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 me
Daftar internet termahal di dunia 2026: Wallis dan Futuna Rp6,73 juta/bulan. Timor Leste satu-satunya dari ASEAN di posisi 14 dengan biaya Rp2,24 juta/bulan.
Timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2026 setelah ditahan Singapura 1-1. Momen blunder Rizky Ridho dalam proses gol Ilhan Fandi menjadi sorotan p
Sprint race MotoGP Inggris 2026 digelar malam ini di Silverstone, 22.00 WIB live Vidio. Marc Marquez mulai ancam Jorge Martin di puncak klasemen. Bezzecchi siap
Jadwal perpanjangan SIM Jogja Agustus 2026 melalui SIM Keliling, Drive Thru MPP, dan Satpas lengkap dengan syarat, biaya, serta lokasinya.