Rekor Senam Penthul Tembem Jadi Awal Sports Tourism Gunungkidul
Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul bakal melakukan kajian untuk pengembangan sports tourism dengan potensi dimiliki.
Sumber ilustrasi foto: www.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.karir-up.com/
DPRD Gunungkidul mengaku belum menerima gaji bulan ini.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sejumlah anggota DPRD Gunungkidul mengeluhkan belum dibayarkan gaji di Januari. Biasanya, gaji
tersebut diberikan tiap tanggal dua, hanya hingga Senin (12/1/2015) belum ada tanda-tanda akan diberikan.
Keluhan salah satunya diungkapkan Sarjana, anggota DPRD dari Fraksi Golkar. Dia mengaku tidak tahu persis penyebab keterlambatan
tersebut.
“Evaluasi dari gubernur tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2015 juga telah selesai. Tapi, hingga saat ini belum ada tanda-tanda
akan dibayar,” kata Sarjana, saat ditemui di ruang Fraksi Golkar, Senin (12/1/2015).
Dia hanya bisa berharap supaya gaji tersebut segera dibayarkan. Sebab, suntikan dana tersebut akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan
sehari-hari.
“Saya kan juga menggantungkan dari gaji itu, mulai dari membeli bensin hingga untuk memenuhi kebutuhan hidup,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Supriyadi membenarkan bila hingga saat ini gaji anggota dewan belum dibayarkan.
Keterlambatan tersebut dikarenakan masih dalam proses pencairan.
“Hingga hari ini [kemarin] belum bisa diberikan. Sebab, masih harus menunggu Daftar Perencanaan Anggaran (DPA) untuk disahkan dan
mendapatkan nomor register,” kata Supriyadi, kemarin.
Dia menjelaskan, kemarin merupakan hari terakhir penyerahan DPA ke Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD)
Gunungkidul. Hanya, Supriyadi mengaku belum tahu apakah Sekretaris DPRD telah menyerahkan daftar tersebut.
“Kita masih menunggu, kalau itu sudah diserahkan maka dalam satu atau dua hari pasti bisa dicairkan,” paparnya.
Supriyadi menambahkan, bisa memaklumi keterlambatan tersebut. Sebab, kejadian tersebut pasti terjadi saat memasuki tahun anggaran baru.
“Sudah biasa, dan kami tidak kaget. Gaji itu pasti tetap akan dibayarkan meski agak terlambat,” papar Politisi PAN tersebut.
Terpisah, Kepala DPPKAD Gunungkidul Supartono mengaku tidak ikut campur dengan keterlambatan gaji itu, meski pencairan melalui
kantornya.
“Jangan tanya saya, karena itu bukan urusan kami. Dana akan dicairkan, bila seluruh persyaratan telah dipenuhi,” ungkap Supartono, kemarin.
Dia menjelaskan, pencairan bisa dilakukan apabila masing-masing lembaga telah menyerahkan DPA. Namun, Supartono mengakui hingga pukul
12.00 WIB kemarin, daftar tersebut belum diserahkan oleh kesekretariatan dewan.
“Bagaimana mau mencairkan, wong syaratnya belum dipenuhi. Misalnya hari ini [kemarin] bisa diserahkan, kemungkinan besok [hari ini] bisa
langsung dibayarkan,” tegas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul bakal melakukan kajian untuk pengembangan sports tourism dengan potensi dimiliki.
Orang tua kini dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk penggunaan media sosial serta potensi gangguan kesehatan mental
udaya membaca dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menghadapi derasnya arus informasi di era digital
Bekalista resmi diluncurkan di Malioboro. Sebanyak 80 becak kayuh listrik disiapkan dengan skema tukar guling bentor secara bertahap.
Pola pengasuhan anak yang sehat kini menjadi fokus utama dalam rangkaian program literasi yang digalakkan di Pemda DIY.
Budaya literasi dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menangkal hoaks sekaligus menjaga identitas budaya Jogja di tengah derasnya arus informasi