HARGA ELPIJI : Tak Ada Alasan Migrasi Ke Gas Bersubsidi

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Senin, 19 Januari 2015 22:20 WIB
HARGA ELPIJI : Tak Ada Alasan Migrasi Ke Gas Bersubsidi

Foto ilustrasi gas si melon (JIBI/Bisnis/Dok.)

Harga elpiji 12 Kg yang turun diharapkan dapat membendung migrasi konsumen ke gas 3 Kg.

Harianjogja.com, JOGJA- Turunnya harga gas elpiji isi 12kg pekan ini diharapkan mampu membendung migrasi atau peralihan konsumen ke gas bersubsidi. Sebab, tidak ada alasan bagi konsumen gas non subsidi tersebut beralih menggunakan gas melon.

Ketua Himpunan Swasta nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) DIY Siswanto berharap, penurunan harga gas 12kg yang sebelumnya sempat naik diharapkan mampu membendung migrasi ke gas bersubsidi. Menurutnya, harga gas yang dipatok pemerintah saat ini sebesar Rp129.000 per tabung sudah murah.

"Harga keekonomian gas 12kg itu sebenarnya Rp145.000 per tabung. Jadi, kalau sudah diturunkan sebesar itu, diharapkan tidak ada peralihan konsumen," ujarnya, Minggu (18/1/2015).

Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo, Jumat (16/1/2015) mengumumkan penurunan harga BBM. Selain harga BBM, Jokowi juga menurunkan harga gas elpiji 12kg dari semula Rp134.700 turun menjadi Rp 129.000 per tabung. Namun tidak dijelaskan apakah harga Bright Gas yang juga berisi 12kg juga turut diturunkan. Saat ini, harga Bright Gas dipatok Rp137.200 hingga Rp139.900 per tabung.

Sementara, jumlah konsumsi tabung gas 12kg di DIY rata-rata 160.000 tabung per bulan. Adapun untuk penjualan Bright Gas tercatat rata-rata 1.900 per bulan.

"Kami siap menjalankan aturan pemerintah tersebut. Memang ada penurunan penjualan tabung gas 12kg sejak pemerintah menaikkan harga per 1 Januari lalu. Namun, kami belum menghitung jumlah pastinya. Kami berharap konsumen 12kg tidak turun," harapnya.

Sementara itu, Humas Pertamina Pemasaran jateng-DIY, Roberth MV Dumatubun menjelaskan, penurunan harga gas elpiji 12 kg menurut dia akan mencegah adanya migrasi konsumen lebih banyak ke kemasan 3 kg alias tabung melon. Diharapkan, mereka yang sebelumnya telah bermigrasi akan kembali menggunakan tabung non-subsidi. Sehingga, program pemerintah dengan tabung melon bisa tepat sasaran.

"Kami akan memastikan ketersediaan gas 12kg maupun 3kg. Kami juga akan melakukan optimalisasi jalur distribusi gas elpiji melalui SPBU dan juga outlet modern," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online