KONGRES UMAT ISLAM VI : Ahmadiyah Tak Diundang

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Selasa, 10 Februari 2015 14:20 WIB
KONGRES UMAT ISLAM VI : Ahmadiyah Tak Diundang

Gubernur DIY, SUltan Hamengkubuwono X (tengah) berfoto bersama dengan sejumlah tokoh Islam, seperti DIn Syamsudin usai pertemuan di Kantor GUbernur, Kepatihan Jogja, Jumat (23/1/2015). Pertemuan tersebut terkait kongres umat Islam se Indonesia yang di laksanakan di Jogja pada 8-11 Februari di Pegelaran Kraton. (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)

Kongres Umat Islam VI tidak mengundang Ahmadiyah.

Harianjogja.com, JOGJA-Kongres Umat Islam VI mengundang seluruh elemen islam untuk hadir.

Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, dari ratusan peserta Kongres Umat Islam Indonesia tidak tampak perwakilan dari ormas Ahmadiyah dan Syiah. Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin, para peserta yang hadir merupakan pimpinan yang mewakili kelompok, ormas, lembaga islam, pesantren dan perwakilan perguruan tinggi.

Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengklaim mereka yang hadir sudah mewakili kelompok umat Islam. Namun tidak dengan Ahmadiyah.

"Ahmadiyah dinyatakan berada diluar akidah Islam oleh MUI," kata Din Syamsudin saat diwawancarai seusai pembukaan kongres.

Adapun ormas Syiah, Din kembali mengklaim pihaknya sudah mengundang namun karena ada persoalan sehingga ia tidak bisa memastikan hadir dan tidaknya perwakilan Syiah.

Adapun Wakil Presiden Jusuf Kalla resmi membuka Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VI di Pagelaran Kraton, Jogja, Senin (9/2/2015). Kongres lima tahunan yang dihadiri 700 tokoh umat Islam Indonesia ini juga dihadiri para duta besar negara sahabat, 42 perwakilan kesultanan nusantara. Selain wapres, hadir pula dalam acara tersebut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online